Kapolri Sebut 33 SPPG Dibangun di Wilayah 3T, Perluas Pemerataan Pemenuhan Gizi
- 17 Mei 2026 07:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polri sedang membangun 33 SPPG di wilayah 3T untuk pemerataan akses pemenuhan gizi masyarakat.
- Sebanyak 47 SPPG Polri telah menggunakan energi Compressed Natural Gas (CNG).
- Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG di seluruh Indonesia pada 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Polri sedang membangun 33 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T atau Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas pemerataan akses pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan hal tersebut di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Sabtu, 16 Mei 2026. Agenda tersebut juga dirangkaikan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri dan peluncuran operasional 166 SPPG Polri.
“Selain itu, Polri juga sedang membangun 33 SPPG di wilayah 3T sebagai wujud dukungan terhadap perluasan pemerataan akses pemenuhan gizi,” ujarnya.
Dalam program tersebut, Kapolri juga menargetkan pembangunan 1.500 SPPG di seluruh Indonesia pada 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat program pemenuhan gizi nasional pemerintah.
Menurut Kapolri, Polri juga mendorong penggunaan energi terbarukan dalam operasional SPPG di berbagai daerah Indonesia. Langkah tersebut dilakukan guna mendukung ketahanan energi nasional.
Kapolri menjelaskan sebanyak 47 SPPG Polri telah menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) dalam operasional sehari-hari. Penggunaan energi tersebut dinilai lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.
“Penggunaan CNG menjadi langkah strategis Polri dalam mendukung operasional SPPG yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan,” katanya.
Kapolri menuturkan inovasi tersebut sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya ketahanan pangan nasional. Pesan tersebut sebelumnya disampaikan Presiden saat meresmikan SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat.
Menurut Kapolri, penyediaan pangan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi sehat dan berdaya saing Indonesia. Karena itu, seluruh komponen bangsa dinilai perlu membangun sinergi bersama.
“Kami memahami bahwa penyediaan pangan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi sehat dan berdaya saing. Karena itu diperlukan sinergi seluruh komponen bangsa,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....