Kemendagri Apresiasi BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan

  • 15 Mei 2026 00:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendagri Apresiasi BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan
  • Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) apresiasi BAZNAS RI memiliki peran strategis mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) apresiasi BAZNAS RI memiliki peran strategis mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri sekaligus Pimpinan BAZNAS RI (ex-officio), Agus Fatoni.

Agus Fatoni menegaskan, BAZNAS merupakan mitra strategis pemerintah. Menurutnya, BAZNAS mampu bergerak cepat membantu masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program yang terukur dan berdampak.

“BAZNAS bukan sekadar lembaga pengelola zakat. Tetapi mitra strategis pemerintah yang mampu bergerak cepat menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan melalui program-program kemanusiaan yang terukur,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menjelaskan sejumlah program yang telah berjalan, seperti bedah rumah, pemberdayaan UMKM, penanganan stunting, hingga layanan kesehatan gratis. Program tersebut dinilai perlu terus diperkuat melalui sinergi dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah daerah kunci memastikan layanan kepada masyarakat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi sejumlah daerah yang telah menunjukkan sinergi yang baik dengan BAZNAS, di antaranya Kolaka, Surabaya, dan Solo.

Ia menambahkan, pemda dapat memperkuat peran BAZNAS melalui dukungan hibah berlandaskan prinsip money follow program dan money follow function. Sehingga penganggaran dapat sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing tingkatan BAZNAS.

Lebih lanjut, Kemendagri mendorong pemerintah daerah untuk melakukan inovasi pembiayaan melalui skema creative financing. Hal ini guna memperkuat kapasitas fiskal daerah dan mendukung keberlanjutan program pembangunan.

Agus Fatoni memaparkan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat dilakukan melalui intensifikasi sumber pendapatan yang sudah ada. Termasuk ekstensifikasi dengan menggali potensi pajak dan retribusi baru yang belum optimal.

Selain penguatan fiskal, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dan transformasi digital dalam modernisasi pengelolaan keuangan daerah. “Dengan digitalisasi, pelayanan publik menjadi lebih murah, mudah diawasi, dan transparan, sehingga dapat meminimalisir risiko kebocoran anggaran,” ujarnya.

Ia-pun menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pendanaan di daerah. Hal ini agar program pembangunan dan layanan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berdampak luas.

Salah satu pemberdayaan yang dilakukan BAZNAS dengan menghadirkan program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026. Program ini memberikan kemudahan layanan yang semakin luas serta memberikan dampak berlapis bagi umat.

Melalui integrasi kanal digital dan kasir ritel, masyarakat kini dapat menunaikan ibadah kurban secara mudah, cepat, dan tepercaya. Program ini sekaligus menghadirkan manfaat yang menjangkau penerima manfaat dan peternak kecil di berbagai daerah.

Ketua BAZNAS RI, H. Sodik Mudjahid, menegaskan, kurban memiliki peran strategis. Menurutnya, kurban tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai instrumen sosial ekonomi yang mampu menggerakkan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi kurban di Indonesia sangat besar. Bukan hanya dari sisi ibadah, tetapi juga sebagai penguatan ekonomi umat dan pemerataan kesejahteraan," kata Sodik dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 28 April 2026.

"Pada tahun 2025, potensi ekonomi kurban nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp34,85 triliun. Ini merupakan kekuatan besar umat yang harus dikelola secara optimal agar manfaatnya semakin luas,” ujar Sodik.

Sodik menyampaikan, pada 2025, realisasi kurban mencapai sekitar Rp2,3 triliun atau setara 790.554 ekor doka yang dikelola BAZNAS se-Indonesia dan LAZ. Sedangkan sekitar Rp18,8 triliun atau setara 1.962.575 ekor doka yang dihimpun secara mandiri oleh ormas, DKM, dan masyarakat luas.

Sehingga total capaian kurban nasional pada 2025 mencapai Rp21,1 triliun. Untuk tahun ini, ditargetkan capian kurban mencapai 1 juta ekor domba/kambing dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun.

Ia menjelaskan, keunggulan berkurban melalui BAZNAS terletak pada dampaknya yang berlapis. Selain disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, hewan kurban juga berasal dari program pemberdayaan peternak.

“Para peternak tidak hanya menerima bantuan ternak, tetapi juga pendampingan menyeluruh, mulai dari budidaya hingga penguatan usaha. Sehingga ketika masyarakat berkurban melalui BAZNAS, mereka turut memberdayakan ekonomi peternak kecil,” ucapnya.

Sodik menambahkan, BAZNAS pada tahun ini menargetkan penghimpunan dan penyaluran kurban minimal 6.000 ekor setara domba/kambing. Target ini belum termasuk kontribusi dari BAZNAS daerah dan lembaga mitra lainnya, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Untuk mendukung hal tersebut, BAZNAS telah menyiapkan ribuan ternak yang berasal dari Balai Ternak BAZNAS di berbagai daerah. Termasuk menggandeng partisipasi masyarakat luas.

Dari sisi penyaluran, BAZNAS memastikan distribusi kurban menjangkau seluruh Indonesia. Termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), daerah rawan pangan, serta kawasan yang minim akses terhadap daging kurban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....