Indonesia Gandeng WCS Perkuat Pendanaan Konservasi Taman Nasional

  • 14 Mei 2026 13:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia memperkuat kerja sama internasional dalam pengelolaan kawasan konservasi dan pendanaan pelestarian hutan
  • WCS akan melanjutkan dukungan teknis dan kelembagaan di empat taman nasional prioritas.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama internasional dalam pengelolaan kawasan konservasi dan pendanaan pelestarian hutan. Salah satunya dilakukan melalui penandatanganan pernyataan bersama dengan Wildlife Conservation Society (WCS) di Amerika Serikat.

Kerja sama tersebut ditandai dalam kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke Bronx Zoo yang dikelola WCS. Dari pertemuan itu, telah disepakati penguatan kemitraan jangka panjang di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan taman nasional di Indonesia.

Salah satu fokus utama kerja sama tersebut ialah mendukung pembentukan Task Force on Innovative Financing for National Parks. Dan digagas Pemerintah Indonesia guna mendorong sistem pendanaan kawasan konservasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui kerja sama ini, WCS akan melanjutkan dukungan teknis dan kelembagaan di empat taman nasional prioritas. Yakni Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Wakatobi, Taman Nasional Manusela, dan Taman Nasional Gunung Leuser.

Keempat kawasan tersebut dinilai memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi. Sekaligus berperan penting dalam menjaga jasa lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, Indonesia Biodiversity Fund (IBioFund) juga diposisikan sebagai mekanisme pendanaan yang akan mendukung pengelolaan konservasi. Yakni secara lebih terukur dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap anggaran tahunan pemerintah.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Indonesia turut meninjau sistem pengelolaan Bronx Zoo untuk mempelajari integrasi konservasi satwa. Kemudian riset ilmiah, edukasi publik, hingga pemberdayaan masyarakat dalam mendukung perlindungan satwa liar di habitat alaminya.

Raja Juli menegaskan bahwa hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan aset strategis nasional. Yang mana memiliki peran penting bagi keberlanjutan lingkungan dan ketahanan iklim.

“Melalui kolaborasi ini, Indonesia ingin memperkuat langkah-langkah konkret. Tujuannya agar upaya konservasi dapat terus mendukung pembangunan berkelanjutan dan kepentingan nasional,” ujar Raja Juli, Kamis, 14 Mei 2026.

Sementara itu, Robert G. Menzi menyatakan WCS menyambut baik penguatan kerja sama jangka panjang dengan Indonesia. Pihaknya siap mendukung perlindungan hutan dan satwa liar.

“Bersama-sama, kami ingin mendorong berbagai inisiatif konservasi yang berdampak nyata bagi ketahanan hutan. Dan juga perlindungan satwa liar, serta keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....