Jemaat Gereja di Belu Kenakan Tenun dalam Ibadah Kenaikan Yesus Kristus
- 13 Mei 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jemaat gereja di Kabupaten Belu akan mengenakan kain tenun dan busana tradisional Belu-Malaka dalam ibadah Kenaikan Yesus Kristus sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.
- Paulus Adi Adu menyebut generasi muda turut memeriahkan perayaan melalui pertunjukan seni, musik, dan fragmen bertema budaya maupun keagamaan.
- Semangat toleransi antarumat beragama di Belu terlihat dari keterlibatan pemuda Muslim dan anggota Nahdlatul Ulama dalam membantu pengamanan ibadah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Jemaat gereja di Kabupaten Belu memiliki ciri khas tersendiri dalam menjalankan rangkaian ibadah Kenaikan Yesus Kristus. Ketua Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia, Paulus Adi Adu mengatakan, jemaat akan menggunakan kain tenun khas daerah masing-masing.
"Kostumnya nanti banyak menggunakan kain tenun dan bagian tradisional Belu-Malaka. Jadi nuansanya seperti acara adat yang diselenggarakan di dalam gereja," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, penggunaan unsur budaya lokal tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi. Tetapi juga upaya menjaga budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda dan jemaat gereja.
Selain itu, Paulus mengatakan kalangan anak muda turut aktif memeriahkan perayaan melalui berbagai pertunjukan seni. Seperti fragmen singkat dan penampilan musik bertema keagamaan maupun budaya.
Ia juga menyoroti tingginya semangat toleransi antarumat beragama di Belu saat pelaksanaan ibadah. Ia menyebut sejumlah pemuda Muslim, termasuk remaja masjid dan anggota NU, turut membantu pengamanan jalannya ibadah bersama.
"Biasanya teman-teman Muslim maupun kelompok NU ikut membantu menjaga jalannya ibadah. Terutama pengaturan jalan dan parkiran karena jemaat yang hadir cukup banyak," ujarnya.
Sementara itu, di berbeda wilayah, Polres Ciamis terus mematangkan kesiapan pengamanan jelang peringatan Perayaan/Ibadah Kenaikan Yesus Kristus. Pengamanan ini dimatangkan dengan mengecek kesiapan setiap Gereja yang akan menggelar perayaan atau ibadah.
Brigadir Diko Pudjoko mengatakan bahwa pihaknya akan menjalankan pengamanan untuk mencegah aksi kriminalitas. "Seluruh personel kami kerahkan melakukan koordinasi dan komunikasi bersama pendeta dan petugas di setiap Gereja," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....