KBN Gandeng Nelayan Marunda Bahas Pengembangan Kawasan dan Reklamasi
- 13 Mei 2026 23:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perusahaan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) mulai memperkuat komunikasi dengan masyarakat pesisir
- Pelaksana Tugas Direktur Utama KBN, Muhammad Isran, mengatakan perusahaan ingin memastikan masyarakat dilibatkan dalam proses penyusunan pengembangan kawasan
RRI.CO.ID, Jakarta — Perusahaan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) mulai memperkuat komunikasi dengan masyarakat pesisir. Pihaknya menbahas rencana pengembangan kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, termasuk program peningkatan kapasitas nelayan di tengah proyek pengembangan kawasan.
Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi. Bertajuk Sosialisasi Rencana Pengembangan KBN dan Peningkatan Kapasitas Kawasan Pesisir Marunda di Wilayah Cilincing, Jakarta Utara.
Pelaksana Tugas Direktur Utama KBN, Muhammad Isran, mengatakan perusahaan ingin memastikan masyarakat dilibatkan dalam proses penyusunan pengembangan kawasan. Atas hal tersebut pihaknya telah melakukan pertemuan.
“Jadi dari pertemuan ini sebenarnya kami ingin menyampaikan rencana kami ke depannya dan tentunya diharapkan dapat masukan dari semua yang hadir. Terkait rencana kami sehingga menjadi evaluasi dalam penyempurnaan pengembangan kawasan,” ujar Isran dalam keterangannya, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia mengakui setiap pembangunan memiliki konsekuensi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Namun, KBN mengklaim akan menekan dampak negatif dan memaksimalkan manfaat ekonomi bagi warga pesisir.
“Yang kami harapkan adalah meminimalkan dampak negatif sambil memaksimalkan dampak positif. Karena ke depannya infrastruktur dan konektivitas akan menjadi lebih baik,” katanya.
Sementara, Direktur Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, Permana Yudiarso hadir dalam pertemuan tersehut. Ia menilai pengembangan kawasan industri perlu tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem pesisir dan aspirasi masyarakat nelayan.
Menurutnya, kawasan Marunda memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Sekaligus membutuhkan tata kelola pesisir yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Nelayan Kalibaru Cilincing Marunda (KCM), Kubil, mengapresiasi keterlibatan nelayan dalam forum sosialisasi tersebut. Ia menyebut selama ini kelompok nelayan jarang dilibatkan dalam pembahasan proyek pengembangan kawasan.
“Ada satu yang saya minta dibuatkan pelabuhan kecil untuk nelayan pesisir. Yang penting nelayan pesisir ini jangan sampai kena dampak yang banyak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Masyarakat Nelayan Cilincing Bersatu (CIBER), Ajid Durohman. Ia berharap komunikasi antara perusahaan dan masyarakat nelayan tidak berhenti pada satu kegiatan sosialisasi saja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....