Kementerian PPPA dan Tanoto Foundation Kampanyekan Literasi Anak Indonesia
- 13 Mei 2026 16:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) meluncurkan buku cerita bergambar “Misi Untuk Raka” untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) meluncurkan buku “Misi Untuk Raka” untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget. Peluncuran buku cerita bergambar tersebut berkolaborasi dengan Tanoto Foundatian.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyebut, durasi screen time anak 6-7 jam sehari menjadi alarm serius bagi pemerintah dan orang tua. Menurut Arifah, kondisi tersebut mendorong pemerintah menghadirkan buku cerita bergambar untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget.
“Hasil survei menunjukkan screen time anak-anak di kisaran 6-7 jam. Ini menjadi alarm buat kita semua,” kata Arifah Fauzi saat memberikan sambutan di kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Arifah menyebut, buku cerita bergambar membantu melatih konsentrasi, membaca, serta kemampuan bercerita anak sejak dini. Ia mengatakan, penggunaan gadget berlebihan membuat kemampuan anak menulis dan mengungkapkan perasaan mulai semakin berkurang.
“Dengan buku cerita ini anak-anak bisa mendengarkan dan membaca. Sekaligus membangun konsentrasi sehingga tidak terus fokus kepada gadget,” ujarnya.
Ia menegaskan penggunaan teknologi digital tetap memiliki manfaat bagi proses belajar dan kreativitas anak. Namun, penggunaan gadget pada anak harus tetap berada di bawah pengawasan orang tua agar tidak berdampak negatif terhadap tumbuh kembang mereka.
“Kita tidak bisa terlepas dari teknologi digital. Tetapi anak harus tetap di bawah pengasuhan dan bimbingan orang tua,” ucapnya.
Arifah meminta orang tua membacakan buku cerita guna memperkuat kedekatan emosional bersama anak di rumah. Arifah mengatakan dominasi penggunaan gadget membuat hubungan emosional antara orang tua dan anak kini mulai semakin berjarak.
“Orang tua bukan hanya memberikan buku, tetapi ikut membacakan agar kedekatan emosional dengan anak kembali terbangun. Membacakan cerita membantu mempererat hubungan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget berlebihan,” kata Arifah menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....