Wamenkomdigi: Permainan Tradisional Beri Pelajaran untuk Anak-anak
- 12 Mei 2026 13:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, menilai permainan tradisional memberikan banyak pelajaran kepada anak-anak
- Wamenkomdigi Nezar Patria mengatakan, permainan tradisional jadi 'tombol jeda' di tengah masifnya teknologi digital
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menilai permainan tradisional memberikan banyak pelajaran untuk anak-anak. Hal itu disampaikannya, saat menghadiri Launching Festival Egrang ke-14 di Ledokombo, Jember, Jawa Timur, Sabtu 9 Mei 2026.
Salah satu permainan tradisional yang memberikan pelajaran terhadap anak diungkapkan Wamenkomdigi, yakni permainan egrang. Ia menilai bahwa dalam permainan tersebut, mengajarkan anak untuk menjaga keseimbangan emosional, interaksi sosial, dan kesehatan mental.
Untuk itu menurut Nezar, permainan tradisional saat ini menjadi relevan dan penting, untuk kembali di galakkan masyarakat. Terlebih lagi ditegaskannya, hal ini sebagai 'tombol jeda' anak dalam mengakses ruang digital.
"Permainan fisik seperti ini memberikan banyak pelajaran tentang keseimbangan, kerja sama, dan gotong royong. Permainan egrang bisa menjadi satu tombol pause, tombol jeda dari intensitas yang begitu tinggi masuknya kita ke ruang digital," kata Nezar dalam keterlibatan resminya, dikutip di Jakarta, 12 Mei 2026.
Lebih lanjut Wamenkomdigi Nezar menuturkan, perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat. Akan tetapi hal itu, juga seiringan dengan kehadiran tantangan baru bagi anak-anak dalam perkembangan teknologi.
Seperti dicontohkan Nezar, tantangan baru perkembangan teknologi, yakni tergesernya permainan tradisional bagi anak. Menurut Wamenkomdigi, permainan tradisional harus tetap hidup di tengah perkembangan teknologi.
"Ada banyak permainan anak yang mulai tergusur oleh ruang digital, erang menjadi salah satu yang tetap bertahan karena dijaga bersama oleh komunitas. Saat ini kita tidak lagi sekadar menggunakan teknologi, tetapi hidup di dalamnya," imbuh Wamenkomdigi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....