Monitoring Gajah Sumatera di Seblat Kini Gunakan Drone Thermal
- 11 Mei 2026 11:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kehutanan memperkuat upaya perlindungan Gajah Sumatera melalui monitoring lapangan di Bentang Alam Seblat (BAS), Bengkulu
- Penggunaan drone thermal menjadi salah satu inovasi Kementerian Kehutanan dalam mendukung konservasi satwa liar
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kehutanan memperkuat upaya perlindungan Gajah Sumatera melalui monitoring lapangan di Bentang Alam Seblat (BAS), Bengkulu. Salah satunya dengan menggunakan teknologi drone thermal.
Metode pemindaian suhu ini menjadi yang pertama diterapkan di kawasan tersebut. Dari hasil pemantauan, tim berhasil mengidentifikasi satu kelompok gajah liar berjumlah 17 ekor.
Kelompok gajah tersebut terdiri atas 4 ekor anakan dan 13 ekor remaja hingga dewasa. Keberadaan anakan menunjukkan proses reproduksi dan regenerasi populasi masih berlangsung di habitat alami Bentang Alam Seblat.
Monitoring ini dilakukan menyusul kasus kematian dua ekor gajah liar beberapa waktu lalu. Serta sejumlah kejadian serupa yang pernah terjadi di kawasan BAS dan sekitarnya.
“Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa Gajah Sumatera masih menghadapi berbagai ancaman serius. Mulai dari konflik manusia dan satwa liar, degradasi habitat, hingga tekanan lainnya,” ujar Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Agung Nugroho, Senin, 11 Mei 2026.
Penggunaan drone thermal menjadi salah satu inovasi Kementerian Kehutanan dalam mendukung konservasi satwa liar. Teknologi ini memungkinkan pemantauan dilakukan lebih efektif di area sulit dijangkau.
“Melalui pemantauan ini, kami dapat mengetahui keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya tanpa memberikan gangguan signifikan terhadap satwa. Ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Bengkulu dalam memperkuat perlindungan dan pelestarian gajah sumatera,” ujar Agung.
Ia menambahkan, kelompok yang berhasil dipantau tersebut baru satu dari beberapa kelompok gajah liar yang hidup di kawasan Bentang Alam Seblat. Karena itu, monitoring dan pengamanan habitat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga habitat gajah sumatera dan mendukung upaya konservasi yang sedang dilakukan. Keberadaan gajah sumatera merupakan bagian penting dari ekosistem hutan yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Kementerian Kehutanan juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung pelestarian Gajah Sumatera. Yang mana pelestarian habitatnya harus tetap lestari bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....