PLN Terapkan Smart and Green Building di 10 Gedung
- 11 Mei 2026 10:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PLN meluncurkan program Smart and Green Building di Kantor Pusat PLN, Jakarta, pada 8 Mei 2026.
- Program tersebut menggunakan PLTS Atap dan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi energi perusahaan.
- PLN menargetkan implementasi bertahap program pengelolaan energi digital hingga 2035 secara nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN (Persero) meluncurkan program Smart and Green Building di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026. Program tersebut menghadirkan pengelolaan energi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menekan emisi perusahaan.
PLN melengkapi perkantoran dengan PLTS Atap, pengatur listrik, serta pendingin ruangan berbasis digital terintegrasi. Program percontohan tersebut mulai diterapkan pada Gedung Trapesium Kantor Pusat PLN, Jakarta, sejak awal 2026.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan perkembangan teknologi membuat pengelolaan energi gedung semakin terintegrasi. Ia mengatakan PLN mulai membangun sistem energi fleksibel untuk menghadapi ekosistem digital modern perusahaan.
“Dulu, paradigma PLN adalah menjual listrik dan mengoptimalkan biaya. Sekarang PLN bertransformasi menjadi Energy Digital Platform yang mengorkestrasi ekosistem energi melalui kolaborasi dan value creation,” kata Darmawan, dalam keterangan kepada RRI.co.id , Minggu, 10 Mei 2026.
Sementara itu, Komisaris Independen PLN, Andi Arief menilai program tersebut memperlihatkan praktik efisiensi energi lingkungan perusahaan. Ia menyebut penerapan keberlanjutan perusahaan mendukung operasional lebih efisien, sekaligus memperkuat investasi jangka panjang.
“Kita ini perusahaan penjual energi. Tidak elok rasanya kalau bicara transisi energi kepada pelanggan, tetapi kantor kita sendiri masih boros. PLN harus menjadi etalase efisiensi energi itu sendiri,” ujar Andi.
“Sustainability bukan sekadar biaya tambahan. Tetapi bagian dari efisiensi dan investasi masa depan perusahaan,” tambah Andi.
Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN Khairullah menjelaskan implementasi program ini dijalankan bertahap. PLN Icon Plus bersama Dana Pensiun PLN mendukung pengelolaan bangunan melalui skema managed service.
“Pada tahap awal 2026, PLN memulai implementasi di 10 gedung, termasuk Gedung Trapesium Kantor Pusat PLN yang telah beroperasi dengan PLTS Atap dan Energy Management System terintegrasi,” ujar Khairullah.
PLN menargetkan pemasangan PLTS Atap berkapasitas 1.100 kilowatt peak pada tahap awal implementasi program. Perusahaan juga menyiapkan 471 unit Internet of Things Smart AC terhubung sistem pemantauan digital.
PLN memetakan, sekitar 400 gedung layak pemasangan PLTS Atap dari total 1.300 gedung nasional. Program tersebut ditargetkan diterapkan bertahap pada ratusan gedung PLN Group hingga 2035 mendatang secara nasional.
“Dalam roadmap 2026–2035, PLN menargetkan kapasitas PLTS Atap mencapai 12 megawatt peak (MWp), penggunaan 7.251 unit IoT Smart AC, Serta kontribusi pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent,” kata Khairullah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....