Wapres Tekankan Peran Santri sebagai Generasi Masa Depan Bangsa
- 11 Mei 2026 07:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wapres Tekankan Peran Santri sebagai Generasi Masa Depan Bangsa
- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan pentingnya peran santri dalam pembangunan Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan pentingnya peran santri dalam pembangunan Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Haul ke-55 Al-Magfurlah Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Dalam sambutannya, Wapres menyebut santri sebagai aset penting bangsa yang harus mampu menjawab tantangan zaman. Dalam amanatnya, Wapres mengajak seluruh santri meneladani perjuangan K.H. Abdul Wahab Chasbullah sebagai tokoh pemersatu bangsa.
“Indonesia membutuhkan generasi muda dan santri yang berakhlak mulia, cinta tanah air. Berani berinovasi, dan mampu beradaptasi,” ujar Wapres, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurut Wapres, tantangan global harus dijawab dengan kesiapan generasi muda pesantren yang terbuka terhadap perkembangan zaman. Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga berdialog langsung dengan para santri.
Dua santri yang berhasil menjawab pertanyaan mengenai kebanggaan menjadi santri mendapatkan hadiah sepeda dari Wapres. Jawaban santri terkait pentingnya akhlak, ilmu, serta pengabdian kepada masyarakat pun mendapat apresiasi dan sambutan meriah dari peserta yang hadir.
Wapres turut mengapresiasi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang dinilai berhasil melahirkan banyak tokoh nasional. Mulai dari Presiden ke-4 Republik Indonesia K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), para ulama besar, hingga akademisi nasional.
“Pesantren tidak hanya mencetak ahli agama, tetapi juga melahirkan generasi yang siap membangun Indonesia,” kata Wapres. Di tengah sambutannya, Wapres secara spontan meminta panitia menghadirkan dua sepeda ke depan panggung.
Ia kemudian memanggil dua santri untuk menjawab sebuah pertanyaan. “Apa yang membuat kamu bangga menjadi santri?” kata Wapres.
Salah seorang santri asal Magelang, Ahmad Alfiro Ismail, lantas menjawab dengan penuh percaya diri. Ia menyampaikan bahwa kebanggaan menjadi santri terletak pada tiga nilai Utama.
“Saya bangga menjadi santri, karena dengan [menjadi] santri menjadikan saya termotivasi, terinspirasi. Dengan tiga moto yang saya pegang teguh dan saya pegang secara kuat, yakni berakhlak, berilmu, dan juga berkiprah,” katanya.
Menanggapi jawaban cerdas tersebut, Wapres pun memuji kemampuan Ahmad yang dinilai mampu menyampaikan gagasannya dengan runtut dan meyakinkan. “Wah ini kayak debat Capres,” kata Wapres yang sontak mencairkan suasana.
Tak kalah menarik, seorang santriwati asal Jombang, Indi Febrianti Valentina, juga menyampaikan pandangannya. Menurutnya, kebanggaan menjadi santri lahir dari pendidikan akhlak serta dorongan untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
“Saya bangga menjadi santri karena seorang santri itu, selain dia mencari ilmu, tapi dia juga diajarkan untuk memiliki akhlak yang mulia. Seseorang yang diajarkan mencari ilmu saja sudah sangat susah, tapi kita juga dididik untuk memiliki akhlak yang baik," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....