Korlantas Gunakan TAA Ungkap Kecelakaan Bus ALS
- 11 Mei 2026 11:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Korlantas Polri menggunakan metode Traffic Accident Analysis untuk mengungkap penyebab kecelakaan bus ALS di Musi Rawas Utara
- Teknologi AI digunakan untuk menganalisis kecepatan kendaraan hingga kondisi jalan saat kecelakaan terjadi.
- Kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM mengakibatkan 16 korban meninggal dunia dan empat korban luka.
RRI.CO.ID, Jakarta - Korlantas Polri melakukan investigasi kecelakaan bus ALS dan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Investigasi dilakukan menggunakan metode Traffic Accident Analysis atau TAA untuk mengungkap penyebab kecelakaan maut tersebut.
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal mengatakan metode TAA digunakan untuk membuat kasus kecelakaan menjadi terang. Hasil investigasi nantinya akan digunakan sebagai bagian proses pertanggungjawaban hukum dalam penanganan perkara.
“Kami melaksanakan investigasi melalui Traffic Accident Analysis untuk membuat terang kasus kecelakaan lalu lintas ini. Dari hasil nanti akan kami pertanggungjawabkan secara hukum," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurut Brigjen Pol. Faizal, teknologi kecerdasan buatan atau AI digunakan dalam proses analisis kecelakaan tersebut. Teknologi itu mampu membaca kecepatan kendaraan sebelum tabrakan hingga posisi akhir kendaraan setelah benturan terjadi.
“TAA ini menggunakan teknologi AI untuk mengecek kecepatan kendaraan sebelum dan saat kecelakaan terjadi. Sistem juga menganalisis kondisi jalan hingga posisi akhir kendaraan setelah kecelakaan," katanya.
Selain melakukan investigasi, Korlantas Polri bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat turut meninjau lokasi kejadian kecelakaan tersebut. Peninjauan juga dilakukan ke RSUD Rupit untuk memastikan penanganan korban berjalan secara optimal.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyampaikan duka mendalam atas kecelakaan yang terjadi di Musi Rawas Utara. Ia berharap seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik selama menjalani proses perawatan medis.
“Kami menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini dan berharap korban luka segera pulih. Sementara korban meninggal dunia semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," ucapnya.
Aan Suhanan menjelaskan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 12.39 WIB dan masih dalam proses pendalaman penyidik. Dari kejadian tersebut, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, Direktur Operasional Jasa Raharja Ariyandi memastikan seluruh korban telah mendapatkan jaminan penanganan dari pihaknya. Langkah tersebut dilakukan agar korban luka dapat segera memperoleh perawatan tanpa kendala administratif.
“Korban luka dijamin biaya perawatannya oleh Jasa Raharja hingga maksimal Rp20 juta untuk setiap korban. Sementara ahli waris korban meninggal mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta," ujarnya.
Saat ini, proses investigasi dan pendalaman penyebab kecelakaan masih terus dilakukan oleh pihak terkait secara menyeluruh. Hasil investigasi tersebut diharapkan dapat mengungkap kronologi pasti kecelakaan maut di Musi Rawas Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....