Kapolda Lampung Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Pelaku Penembakan Polisi

  • 10 Mei 2026 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kapolda Lampung menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelaku penembakan Bripka Anumerta Arya Supena.
  • Polda Lampung memastikan tindakan tegas dilakukan karena pelaku menggunakan senjata api dan menewaskan anggota polisi.
  • Polisi masih melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku penembakan di Bandar Lampung.

RRI.CO.ID, Jakarta - Bripka Anumerta Arya Supena gugur setelah ditembak saat memergoki dugaan pencurian sepeda motor di Bandar Lampung. Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan pihaknya tidak ada toleransi dalam memburu pelaku penembakan.

“Tidak ada toleransi. Saya tegaskan, tindakan tegas akan dilakukan karena mereka sudah berani menggunakan senjata api dan menghilangkan nyawa anggota kami,” katanya, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 10 Mei 2026.

Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan Jalan ZA Pagaralam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Saat itu, almarhum sedang melintas menggunakan sepeda motor ketika melihat dua pria mencurigakan di lokasi.

Kedua pria tersebut diduga sedang berusaha merusak kunci stang sepeda motor milik warga berinisial NM. Melihat kejadian itu, almarhum mencoba menegur dan menghentikan aksi para pelaku di tempat kejadian.

Saat mencoba menghentikan pelaku, salah satu pria diduga melepaskan tembakan dari jarak dekat ke arah korban. Tembakan tersebut mengenai kepala almarhum hingga menyebabkan luka kritis yang cukup serius.

Setelah kejadian, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, nyawa almarhum tidak tertolong akibat luka tembak yang dideritanya saat menjalankan tugas.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menyebut Polri memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada almarhum. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan keberanian almarhum selama bertugas.

“Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan keberanian almarhum, Polri memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta. Jenazah dilepas melalui prosesi pemakaman kedinasan yang dihadiri keluarga dan jajaran Polda Lampung," ujarnya.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan upacara kedinasan yang dipimpin Direktur Intelkam Polda Lampung sebagai inspektur upacara. Isak tangis keluarga dan rekan sejawat pecah saat tembakan salvo dilepaskan ke udara.

Kombes Pol Yuni Iswandari menegaskan Polda Lampung kehilangan salah satu anggota terbaik dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, almarhum menjadi teladan karena berani mempertaruhkan nyawa demi melindungi masyarakat.

“Polda Lampung kehilangan salah satu putra terbaik yang gugur saat menjalankan tugas melindungi masyarakat. Kami memastikan tim gabungan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku," katanya.

Saat ini, Polda Lampung masih melakukan pengejaran intensif terhadap dua pelaku penembakan tersebut. Polisi juga terus mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

“Tim gabungan saat ini masih melakukan pengejaran intensif terhadap kedua pelaku penembakan tersebut. Penyidik juga mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....