PWRI Dorong Peran Lansia lewat Penguatan Spiritual
- 10 Mei 2026 05:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua PWRI, Andreas Anugerah, menegaskan penguatan spiritual menjadi kunci utama pemberdayaan lansia agar tetap aktif dalam kehidupan sosial. Ia menilai lansia perlu ruang aktualisasi diri melalui pendekatan iman agar tetap produktif dan tidak merasa terasing.
“Perubahan manusia lama menjadi manusia baru dalam iman menjadi dasar kami mendorong lansia tetap bertumbuh secara spiritual. Usia bukan penghalang untuk mengalami pembaruan hidup dan berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat,” kata Andreas dalam kegiatan Paskah di Jakarta pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Ketua PWRI, Andreas Anugerah dalam kegiatan Paskah di Jakarta pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Peningkatan jumlah lansia di Indonesia harus diimbangi dengan program pemberdayaan yang tepat dan berkelanjutan. Pendekatan spiritual menjadi salah satu cara efektif menjaga kesehatan mental serta memperkuat hubungan sosial lansia.
“Lansia tetap memiliki peran penting dalam keluarga terutama melalui doa dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Kami ingin lansia tidak merasa menjadi beban, tetapi tetap memiliki makna dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Andreas, menegaskan.
Ketua Panitia Vincenceus menyatakan kegiatan ini menjadi wadah mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial antar sesama lansia. Kegiatan ini juga dirancang untuk memperkuat nilai spiritual serta membangun interaksi sosial yang lebih aktif di kalangan lansia.
“Kami juga mengadakan aksi sosial sebagai bentuk nyata implementasi nilai iman melalui kepedulian terhadap sesama,” ujar Vincenceus. “Kegiatan ini membuktikan lansia tetap mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial secara aktif dan bermakna,” kata Vincenceus.
Kegiatan tersebut memperkuat peran lansia dalam kehidupan sosial melalui pendekatan spiritual yang berkelanjutan dan berbasis nilai kebersamaan. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga semangat hidup lansia serta mendorong keterlibatan aktif dalam lingkungan sosial masyarakat sekitar.
Andreas Anugerah dan Vincenceus berharap lansia Indonesia semakin diberdayakan melalui pendekatan spiritual dan sosial yang berkelanjutan. Keduanya menekankan pentingnya dukungan pemerintah dan masyarakat agar lansia tetap sehat, mandiri, serta produktif dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....