Djarum Foundation Dorong Ekonomi Kreatif Nasional Berkelanjutan

  • 08 Mei 2026 11:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Djarum Foundation mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru melalui penguatan 17 subsektor nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Djarum Foundation mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru melalui penguatan 17 subsektor nasional. Pengembangan kekayaan intelektual karya lokal dinilai kunci meningkatkan daya saing industri kreatif Indonesia secara berkelanjutan.

Di sektor pendidikan, Djarum Foundation sejak 2015 berkomitmen mencetak talenta kreatif melalui pengembangan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satunya SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus yang fokus pada animasi dan konsisten menghasilkan karya ber-IP.

“Penguatan talenta kreatif harus dimulai dari kualitas sumber daya manusia di sekolah. Dalam mengembangkan talenta kreatif, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci, mulai dari kepala sekolah, guru, dan murid,” kata Program Manager Djarum Foundation, Galuh Paskamagma saat memberikan sambutan dalam acara IP Expo 2026 di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Ia menjelaskan SMK RUS menerapkan pembelajaran berbasis teaching factory yang menghubungkan kurikulum dengan standar industri. “Mutu sekolah diukur dari karya industri, kepala sekolah, guru, siswa harus siap menghadapi ekosistem animasi,” kata Galuh.

Di SMK RUS, Galuh menjelaskan para siswa sejak dini sudah dilibatkan dalam produksi IP yang dikembangkan melalui RUS Animation. Beberapa di antaranya seperti Wakakibo dan Nyla yang menjadi portofolio sekaligus bukti kesiapan kerja lulusan di industri kreatif.

“Di SMK RUS, siswa sejak dini terlibat produksi IP melalui RUS Animation. Wakakibo dan Nyla menjadi portofolio bukti kesiapan kerja lulusan industri kreatif,” ucap Galuh menambahkan.

Selain itu, Galuh menjelaskan bahwa SMK RUS telah mengembangkan sebanyak 10 IP melalui teaching factory untuk industri kreatif. Lulusan terserap kerja 97 persen termasuk produk kolaborasi kartu uang elektronik perbankan

Sementara, Wamen Ekraf Irene Umar menilai Indonesia memiliki banyak talenta kreatif yang mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi tinggi. “Dalam mempersepsikan IP, sektor usaha sebaiknya tidak melihat IP sebagai beban, melainkan investasi jangka panjang karena bisa dikembangkan menjadi produk lain yang bernilai ekonomi,” kata Irene.

Irene juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kreator dan industri. “Pemerintah berupaya menjembatani kreator dengan pasar, termasuk promosi IP Indonesia ke luar negeri,” ujar Irene.

Ia menambahkan, pasar pada akhirnya menjadi penentu kualitas karya kreatif. “Kalau serapan pasarnya bagus, berarti karya itu berkualitas, kalau belum, jadi bahan evaluasi untuk perbaikan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....