Kemenekraf Dorong Penguatan Ekosistem IP Nasional

  • 08 Mei 2026 10:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong penguatan ekosistem kekayaan intelektual (IP) nasional melalui partisipasi dalam IP Expo 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong penguatan ekosistem kekayaan intelektual (IP) nasional melalui partisipasi dalam IP Expo 2026. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar.

Irene Umar menilai IP Expo menjadi ruang strategis pelaku kreatif Indonesia membangun jejaring dan kolaborasi. Acara ini juga mempertemukan IP lokal dengan internasional dalam satu ekosistem kreatif yang saling mendukung.

“Pembelajaran tersebut diperlukan karena IP internasional yang ingin masuk ke pasar Indonesia, sementara IP Indonesia juga perlu mempertahankan pasar dalam negeri. Namun, expo ini juga harus menjadi tempat bagi IP Indonesia untuk menjajaki kolaborasi dengan IP asing agar dapat menembus pasar internasional,” kata Irene Umar saat memberikan sambutan dalam sesi Future Forward: Building Creative Champions di IP Expo 2026, Kamis, 7 Mei 2026.

Irene menekankan penguatan ekonomi kreatif membutuhkan cetak biru terintegrasi untuk pertumbuhan berkelanjutan. Blueprint tersebut harus berbasis kreativitas dan budaya agar mampu mendorong daya saing ekonomi nasional.

“Jadi, kami ingin menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru karena selama ini kita masih bergantung pada sumber daya yang tidak terbarukan. Indonesia memiliki alam yang indah serta keberagaman budaya yang menjadi sumber daya tersebut,” ujar Irene.

Selain itu, Irene. mendorong ekonomi kreatif menjadi mesin pertumbuhan baru nasional melalui penguatan 17 subsektor strategis. Subsektor tersebut mencakup film, animasi, dan video yang diharapkan meningkatkan daya saing serta pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

“Pengembangan IP adalah strategi jangka panjang yang membutuhkan ekosistem kreatif kuat dan berkelanjutan. Karya kreatif harus ditopang ekosistem mumpuni agar mampu berkembang menjadi IP bernilai ekonomi,” ucap Irene.

Sementara, Djarum Foundation sejak 2015 berkolaborasi dengan SMK Raden Umar Said untuk mengembangkan talenta kreatif melalui program animasi berbasis teaching factory. Dari kerja sama tersebut, SMK RUS telah melahirkan sekitar 10 IP lokal yang bernilai ekonomi, seperti Nyla, Sabda Alam, dan Unstring Your Heart.

“Kami memiliki 10 IP dari RUS Animation Studio yang kini memberi nilai ekonomi bagi SMK RUS. Waka Kibo berkembang menjadi produk kartu uang elektronik melalui kolaborasi dengan sektor perbankan swasta nasional,” kata Program Manager Djarum Foundation, Galuh Paskamagma.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....