Menhut Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah, Fokus Pulihkan Koridor Satwa

  • 08 Mei 2026 10:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah
  • pemerintah akan fokus menjaga sekaligus memperbaiki kualitas ekosistem habitat gajah yang tersisa

RRI.CO.ID, Jakarta — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyiapkan langkah strategis untuk menyelamatkan populasi gajah Sumatera dan Kalimantan. Yang mana kini gajah tersebut berada dalam status sangat terancam punah (critically endangered).

Salah satunya melalui penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah. Hal itu disampaikan Raja Antoni saat bertemu dengan aktivis lingkungan dan influencer di Jakarta.

“Inpres tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan habitat satwa liar di tengah masifnya pembangunan. Fokusnya sekarang bagaimana ide-ide itu bisa benar-benar dijalankan di lapangan,” kata Raja Juki, Jumat, 8 Mei 2026.

Ia mengungkapkan, jumlah kantong habitat gajah terus menyusut. Dari sebelumnya 42 kantong, kini tersisa 21 kantong yang masih bertahan.

Karena itu, pemerintah akan fokus menjaga sekaligus memperbaiki kualitas ekosistem habitat yang tersisa. Strategi yang disiapkan ialah pembangunan koridor satwa guna menghubungkan habitat-habitat gajah yang terfragmentasi akibat alih fungsi lahan.

Pemerintah juga mulai mengintegrasikan aspek konservasi ke dalam proyek pembangunan infrastruktur. Raja Juli mencontohkan, pembangunan jalan tol ke depan harus mempertimbangkan jalur jelajah gajah (home range) yang telah dipetakan.

“Kalau ada pembangunan jalan, harus ada solusi. Seperti underpass atau terowongan supaya gajah tetap bisa melintas dan tidak terisolasi,” ucapnya.

Selain pemulihan habitat, pemerintah turut menyoroti konflik manusia dan gajah yang masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di Way Kambas. Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan barrier untuk mengurangi potensi konflik yang menyebabkan kerugian di kedua pihak.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Kehutanan juga menekankan pentingnya target peningkatan populasi gajah yang terukur. Yakni dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK), sehingga efektivitas program dapat dievaluasi secara berkala.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....