Kemensos–Baznas Perkuat Kolaborasi, Rumah Siswa Sekolah Rakyat Jadi Prioritas

  • 08 Mei 2026 09:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indramayu siapkan lahan satu hektare untuk program relokasi
  • Kemensos dan Baznas perkuat kolaborasi program sosial
  • Kerja sama mencakup renovasi rumah keluarga siswa Sekolah Rakyat
  • Program juga menyasar pemberdayaan masyarakat pesisir dan nelayan
  • Relokasi nelayan dilakukan di Indramayu dan dilanjutkan ke Mesuji

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Sosial dan Badan Amil Zakat Nasional memperkuat kerja sama program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi juga menyasar renovasi rumah keluarga siswa Sekolah Rakyat.

Kerja sama dibahas dalam pertemuan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional Sodik Mudjahid di Jakarta, Kamis 7 Mei 2026. Program diarahkan mendukung prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Kolaborasi mencakup pemberdayaan masyarakat pesisir dan relokasi keluarga nelayan. Program juga diperluas ke dukungan rumah tidak layak huni bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat.

“Kami kerja sama dengan Kabupaten Indramayu yang menyediakan tanah seluas satu hektare. Rumahnya dibangun Kementerian Sosial melalui program pemberdayaan,” kata Saifullah Yusuf.

Ia menjelaskan infrastruktur dan tempat ibadah dibangun Baznas. Dukungan juga datang dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk pengembangan usaha mikro kecil dan menengah.

Program relokasi sebelumnya menyasar 93 keluarga nelayan di Eretan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Setelah relokasi, keluarga mendapat pendampingan dan pemberdayaan lanjutan.

Kemensos berencana melanjutkan program ke Kabupaten Mesuji, Lampung. Program menyasar lebih dari 100 keluarga nelayan di bantaran sungai.

“Insya Allah kami lanjutkan di Kabupaten Mesuji. Kami akan relokasi lebih dari 100 keluarga nelayan,” ucapnya.

Selain pemberdayaan nelayan, kerja sama juga difokuskan pada Sekolah Rakyat. Bantuan renovasi rumah ditujukan bagi orang tua atau keluarga siswa.

“Anaknya sekolah dan orang tuanya diberdayakan. Keluarganya juga diharapkan bisa naik kelas,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, sebagian keluarga siswa belum bisa menerima bantuan pemerintah. Hal itu karena rumah berdiri di atas tanah bukan milik sendiri.

“Nah yang seperti ini perlu bantuan Baznas. Baznas bisa membantu meskipun tanahnya bukan milik sendiri,” ucapnya.

Kemensos juga berkomitmen mendorong pegawai menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas. Bantuan diarahkan untuk keluarga dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Ketua Baznas Sodik Mudjahid menilai kerja sama dengan Kemensos sangat strategis. Kedua lembaga disebut memiliki fokus yang sama dalam pengentasan kemiskinan.

“Program-program ini harus lebih terkoordinasi dan terfokus. Jadi tidak sekadar charity, tetapi berdampak berkelanjutan,” kata Sodik.

Pertemuan turut dihadiri sejumlah pejabat Kemensos dan Baznas. Hadir pula jajaran bidang pemberdayaan dan pendistribusian bantuan sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....