Mensos Titip Empat Pesan BMN Sekolah Rakyat
- 08 Mei 2026 07:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos titip empat pesan kepada pengelola BMN Sekolah Rakyat
- Pelatihan BMN diikuti 332 peserta dari berbagai daerah
- BMN disebut bukan sekadar aset, tetapi instrumen layanan negara
- Sekolah Rakyat ditujukan memutus rantai kemiskinan
- Program menyasar keluarga desil 1 dan 2 DTSEN
RRI.CO.ID, Bekasi - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menitipkan empat pesan kepada pengelola Barang Milik Negara Sekolah Rakyat. Pesan disampaikan dalam pelatihan pengelolaan BMN di Bekasi, Rabu 6 Mei 2026.
Pelatihan diikuti 332 peserta dari Sekolah Rakyat berbagai daerah. Peserta terdiri dari wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana dan pengelola BMN.
Gus Ipul menegaskan pengelolaan BMN berkaitan langsung dengan masa depan siswa. Pengelola diminta menjaga aset negara secara tertib dan profesional.
“Yang kita kelola bukan sekadar barang, tetapi harapan anak-anak Indonesia. Negara sudah hadir penuh untuk siswa Sekolah Rakyat,” kata Saifullah Yusuf.
Ia menyebut Sekolah Rakyat menjadi program strategis nasional bidang pendidikan dan sosial. Program menyasar anak dari keluarga desil satu dan dua Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
“Sekolah Rakyat dirancang untuk memotong mata rantai kemiskinan. Ini program strategis Presiden Prabowo,” ujarnya.
Pesan pertama berkaitan dengan perubahan cara pandang terhadap BMN. Aset negara diminta dipahami sebagai instrumen layanan publik.
“BMN bukan sekadar urusan administrasi dan inventaris. BMN adalah instrumen layanan negara,” katanya.
Menurutnya, seluruh aset harus dimanfaatkan untuk mendukung kualitas hidup siswa. Aset mencakup tempat tidur, laptop, hingga gedung sekolah.
Pesan kedua berkaitan dengan tata kelola yang tertib dan akuntabel. Pengelolaan diminta dilakukan secara rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Administrasi harus rapi dan pencatatan harus lengkap. Kerjakan apa yang dicatat dan catat apa yang dikerjakan,” ucap Gus Ipul.
Pesan ketiga menyangkut respons cepat terhadap evaluasi dan temuan. Temuan disebut harus dijadikan bahan perbaikan pengelolaan.
“Kalau ada masalah, cepat diidentifikasi dan dibenahi. Jangan sampai kesalahan terulang,” katanya.
Pesan keempat berkaitan dengan budaya tertib dan transparan. Transparansi dinilai penting untuk melindungi negara dan pengelola.
Ia mengingatkan banyak persoalan birokrasi berawal dari hal kecil. Karena itu, pengelolaan administrasi diminta dilakukan sejak awal secara tertib.
Pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola BMN Sekolah Rakyat. Peserta juga dibekali kemampuan identifikasi risiko dan evaluasi aset negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....