Menteri Amran Respons Aduan Mahasiswa soal Kelangkaan Pupuk Subsidi
- 08 Mei 2026 08:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mentan Amran langsung tindak lanjuti laporan mahasiswa
- Forum dihadiri 118 perwakilan BEM se-Indonesia
- Mahasiswa laporkan dugaan bawang merah ilegal di Sumut
- Amran langsung hubungi pihak terkait dan aparat penegak hukum
- Dugaan bawang ilegal dinilai rugikan petani lokal
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung menindaklanjuti laporan mahasiswa dalam diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia di Jakarta, Rabu 6 Mei 2026. Laporan menyangkut dugaan bawang merah ilegal dan kelangkaan pupuk subsidi.
Forum dihadiri sekitar 118 perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah. Sejumlah mahasiswa menyampaikan persoalan pertanian yang terjadi di wilayah masing-masing.
Amran langsung melakukan sambungan telepon kepada pihak terkait di daerah. Langkah itu dilakukan usai menerima laporan dari mahasiswa.
“Terima kasih mahasiswa. Kalau ada pelanggaran, laporkan. Tidak boleh ada pembiaran,” kata Amran.
Ia merespons laporan dugaan peredaran bawang merah ilegal di Sumatera Utara. Praktik tersebut dinilai merugikan petani lokal dan merusak harga pasar.
Amran juga mencoba menghubungi aparat penegak hukum di Sumatera Utara. Pemerintah diminta segera menindak dugaan pelanggaran tersebut.
“Nah itu ditangkap, masukkan penjara. Kapan negeri ini bisa makmur kalau ada pembiaran,” ucapnya.
Selain itu, mahasiswa asal Nusa Tenggara Barat melaporkan kelangkaan pupuk subsidi. Kelangkaan disebut terjadi pada petani bawang merah di daerah tersebut.
Amran menegaskan distribusi pupuk subsidi akan segera ditelusuri. Pemerintah ingin memastikan tidak ada penyimpangan di lapangan.
“Kita butuh pengkritik yang konstruktif. Bukan fitnah, tapi kritik berbasis data,” kata Amran.
Ia menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik mahasiswa. Kementerian Pertanian juga mengklaim terus memberantas mafia sektor pertanian.
“Ada koruptor, kita penjarakan. Di sektor pertanian sudah 76 tersangka,” ucapnya.
Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa SI Wilayah Sumatera Utara, Muzan Mirisan mengapresiasi respons cepat Menteri Pertanian. Menurutnya, langkah itu menunjukkan keseriusan pemerintah.
“Kami berharap mafia bawang merah ilegal bisa dibasmi. Terutama yang masuk ke Sumatera Utara,” kata Muzan.
Mahasiswa asal Nusa Tenggara Barat, Muhammad Abdi Maludin juga mengapresiasi respons pemerintah. Ia sebelumnya melaporkan dugaan permainan pupuk subsidi di daerahnya.
“Saya lihat Pak Menteri langsung merespon dan berkoordinasi saat itu juga. Ini yang kami harapkan,” ucapnya.
Kementerian Pertanian menegaskan akan terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa. Setiap laporan masyarakat disebut akan ditindaklanjuti secara cepat dan terbuka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....