Konsolidasi Bertahap, Danantara Percepat Restrukturisasi BUMN

  • 07 Mei 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Danantara mempercepat restrukturisasi BUMN dengan memangkas jumlah perusahaan dari lebih dari 1.000 menjadi sekitar 200–300 entitas melalui proses konsolidasi bertahap.
  • Dony Oskaria menargetkan merger seluruh aset manajemen BUMN rampung bulan ini, termasuk penataan ulang BUMN Danareksa sebagai manajer investasi.
  • Rosan Roeslani menyatakan evaluasi komprehensif terus dilakukan untuk memitigasi dampak perampingan agar BUMN lebih efisien dan memberi nilai tambah bagi ekonomi Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Danantara mempercepat langkah restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan memangkas jumlah perusahaan. Diketahui, pemangkasan jumlah perusahaan lebih dari seribu menjadi sekitar 250.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Dony Oskaria menyampaikan bahwa proses konsolidasi BUMN dilakukan secara bertahap. Ia mengatakan proses tersebut hingga kini masih terus berjalan.

Menurutnya sejumlah perusahaan telah ditutup, beberapa lainnya sudah mengalami konsolidasi. "Prosesnya sekarang berjalan terus, dan tadi kan saya sudah update beberapa perusahaan sudah ditutup, beberapa perusahaan sudah konsolidasi," ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia menargetkan, pada bulan ini merger seluruh aset manajemen BUMN dapat diselesaikan. Selain itu, penataan ulang BUMN Danareksa juga akan dirampungkan dan difokuskan kembali sebagai manajer investasi.

"Bulan ini kita akan selesai merger aset manajemen kita, ini akan selesai. Kemudian penataan ulang Danareksa juga akan selesai pada bulan ini," ujarnya, melanjutkan.

Ia menambahkan, proses perampingan ini tidak berhenti pada dua item tersebut. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan mengingat jumlah entitas BUMN yang sangat besar.

"Jadi satu-satu terus aja. Setiap hari akan berlanjut terus karena jumlahnya banyak kan," ucapnya.

Senada dengan Dony, CEO Danantara Rosan Roeslani pun demikian. Ia mengatakan bahwa jumlah BUMN bisa dipangkas menjadi hanya 200-300 perusahaan saja dari awalnya ada 1.000.

"Kita pun sudah melakukan evaluasi secara komprehensif selama setahun ini. Dan number of companies-nya (jumlah BUMN) akan berkurang secara signifikan dari 1.000 lebih, akan menjadi 200-300 company saja," katanya.

Pihaknya pun terus memitigasi dampak-dampak yang terjadi pada proses pemangkasan jumlah BUMN. Intinya, pemerintah ingin agar BUMN bisa lebih banyak memberikan nilai tambah bagi ekonomi Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....