Wamenkomdigi Mendorong Penguasaan Pabrikasi Chip, Kuasai Perang Ekonomi Dunia

  • 07 Mei 2026 01:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, perang ekonomi dunia bergeser ke sektor semikonduktor
  • Wamenkomdigi Nezar Patria, mendorong pemguasaan pabrikasi chip

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, perang ekonomi dunia abad ini, telah mengalami pergeseran. Dijelaskan Nezar, bahwa saat ini kekuatan perang beralih menjadi sektor teknologi digital.

Wamenkomdigi menuturkan saat ini, industri semikonduktor dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) global, mengalami perubahan signifikan. Hal ini, membuka ruang bagi Indonesia untuk menentukan posisi yang lebih kuat dalam ekosistem tersebut.

"Perang ekonomi abad ini tidak ditentukan oleh siapa yang menguasai ladang minyak. Tetapi, oleh siapa yang menguasai pabrikasi chip," kata Nezar dalam diskusi bertajuk 'Peluang Strategis Indonesia dalam Rantai Pasok Global AI', di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam hal ini Wamenkomdigi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki peluang yang sangat besar. Ia menilai bahwa Indonesia, memiliki modal kuat untuk masuk ke rantai pasok tersebut, terutama dari sisi sumber daya alam.

"Lalu, di mana posisi Indonesia?. Kita penghasil timah terbesar di dunia, dan timah adalah bahan kunci dalam proses pembuatan chips," ungkapnya.

Nezar menyatakan bahwa dari kekayaannya alam itu, Indonesia dapat menjadi pusat industri semikonduktor global. Dijelaskannya bahwa semikonduktor, menjadi elemen kunci dalam berbagai sektor strategis, mulai dari kecerdasan artifisial hingga sistem pertahanan.

“Semikonduktor ini bukan lagi komponen elektronik, tapi dia sudah menjadi semacam infrastruktur kedaulatan pada hari ini. Dan dia adalah bahan bakar bagi setiap model AI yang dilatih, setiap data center yang dibangun, dan setiap sistem pertahanan yang dioperasikan," imbuh Wamenkomdigi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....