Perempuan Jadi Kunci Pelestarian Budaya dan Identitas Bangsa

  • 07 Mei 2026 06:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lita Rahmiati menegaskan perempuan berperan sentral dalam mewariskan budaya
  • Perempuan menjadi pewaris pengetahuan budaya melalui bahasa, tradisi, dan kebiasaan sehari-hari
  • Pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman

RRI.CO.ID, Jakarta — Sekretaris Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan menegaskan perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga dan mewariskan kebudayaan Indonesia. Peran tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan identitas bangsa.

Menurut Lita Rahmiati keberadaan perempuan tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan generasi dan kebudayaan. “Karena penerus suatu bangsa, penerus suatu kebudayaan adalah para ibu-ibu,” ujarnya dalam Forum Perempuan Indonesia 2026 di Gedung Manggala Wanabhakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

“Karena yang melahirkan penerus bangsa kan ibu-ibu ya. Kalau gak ada ibu-ibu gak mungkin kita tidak ada hingga hari ini,” ucap Lita.

Lita juga menjelaskan warisan budaya Indonesia hadir dalam berbagai bentuk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari kain tradisional, kerajinan tangan, hingga praktik budaya yang terus diwariskan lintas generasi.

Ia menilai penggunaan produk budaya seperti batik juga menjadi bentuk nyata pelindungan kebudayaan. Menurutnya, tindakan sederhana tersebut merupakan kontribusi langsung perempuan dalam menjaga warisan budaya.

“Apa yang kita gunakan hari ini juga salah satu bentuk pelindungan kebudayaan kita. Di sini ada yang namanya ibu-ibu, perempuan adalah sebagai mewaris untuk generasi berikutnya,” kata sekretaris dirjen tersebut.

Lebih lanjut, Lita menegaskan perempuan juga berperan sebagai pewaris pengetahuan budaya dalam lingkungan keluarga. Selain bahasa, tradisi lisan seperti dongeng dan cerita rakyat juga menjadi bagian penting dalam proses transfer pengetahuan budaya.

Lita mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam menjaga keberlanjutan budaya di tengah perubahan zaman. Ia berharap perempuan dapat terus menjadi penggerak dalam melestarikan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.

“Maka kami berharap dengan forum ini perempuan Indonesia yang hadir pada hari ini bisa meneruskan nantinya. Sehingga bisa memberikan kepada penerus-penerus kita bahwa kita harus kembali kepada kebudayaan,” ujarnya.

Ia menegaskan pelestarian budaya juga memerlukan kolaborasi agar tetap relevan dengan perkembangan modern. “Tanpa kolaborasi tidak mungkin bisa terjadi, dan modernisasi juga harus tetap selaras dengan pelestarian kebudayaan,” kata Lita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....