Menteri PPPA Tegaskan Ketahanan Bangsa Tak Lepas dari Kekuatan Keluarga

  • 06 Mei 2026 15:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan ketahanan bangsa berawal dari kekuatan keluarga
  • Keluarga yang kuat akan membentuk masyarakat tangguh dan bangsa yang kokoh
  • Perempuan berperan penting sebagai kunci dalam keluarga dan pembangunan

RRI.CO.ID, Jakarta — Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan ketahanan bangsa tidak dapat dilepaskan dari kekuatan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Ia mengatakan kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas relasi dalam keluarga menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan bangsa.

Arifah menyebut ketahanan bangsa saat ini tidak hanya dimaknai sebagai kekuatan pertahanan negara semata. Namun, ketahanan juga mencakup aspek sosial, ekonomi, budaya, serta keluarga sebagai unit terkecil bangsa.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa ketahanan bangsa tidak bisa dilepaskan dari kualitas relasi dalam keluarga. Jika keluarga kuat, maka masyarakat akan kuat, jika masyarakat kuat, maka bangsa akan tangguh,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam sambutannya mewakili Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka di Forum Nasional Perempuan di Gedung Manggala Wanabhakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas keluarga sebagai bagian dari kebijakan pembangunan nasional. Upaya ini diarahkan untuk menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya.

Ia menjelaskan dengan kualitas keluarga yang baik akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Selain itu, perempuan yang berdaya serta laki-laki yang terlibat dalam pengasuhan menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang kuat.

Arifah juga menambahkan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai dasar dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut menteri ini, keluarga juga menjadi tempat utama dalam menanamkan kesetaraan gender dan perlindungan anak.

“Dengan kata lain, keluarga menjadi tempat pertama dan utama dalam membangun nilai-nilai kesetaraan gender. Selain itu, penghormatan terhadap hak anak, serta karakter bangsa,” ujarnya.

Menteri Arifah juga menyatakan ketahanan bangsa dimulai dari keluarga dengan perempuan sebagai kunci. Selain itu, ia juga menegaskan perempuan berdaya bukan pilihan, melainkan keharusan, dan kesetaraan gender merupakan fondasi pembangunan.

“Ketahanan bangsa dimulai dari keluarga dan perempuan adalah kuncinya. Tidak ada pembangunan yang berkualitas tanpa kesetaraan gender,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....