IHSG Ditutup Menguat di Level 7.057, Naik 85 Poin Hari Ini

  • 05 Mei 2026 16:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG ditutup menguat 1,22 persen pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026 di tengah tekanan pasar global.
  • Penguatan didorong sentimen positif dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melampaui ekspektasi pasar.
  • Stabilitas fundamental domestik menjadi penopang utama kepercayaan investor di pasar saham nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 7.057,10 atau naik 85,15 poin setara 1,22 persen.

Penguatan ini terjadi setelah IHSG sempat berada di zona merah pada awal perdagangan di level 6.968,56. Namun, indeks berbalik arah dan menguat hingga penutupan sesi I sebelum akhirnya ditutup di zona hijau.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat di area positif. Tercatat sebanyak 342 saham menguat, 314 saham melemah, dan 163 saham stagnan.

Nilai transaksi pada perdagangan hari ini tercatat mencapai Rp16,8 triliun. Sementara volume perdagangan mencapai 43 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 2,4 juta kali transaksi.

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG terjadi di tengah tekanan eksternal dari pasar global. “Bursa regional Asia cenderung melemah akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global,” tulis analis dalam keterangan resmi, Selasa, 5 Mei 2026.

Ketegangan tersebut meningkat setelah terjadi kontak militer di kawasan Selat Hormuz yang berdampak pada aktivitas pelayaran dan distribusi energi. Sejumlah kapal dilaporkan terdampak serangan, bahkan fasilitas pelabuhan minyak di kawasan Teluk mengalami kerusakan.

Di sisi lain, sentimen domestik menjadi penopang utama penguatan IHSG. Analis Pilarmas menyebut rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia memberikan katalis positif bagi pasar saham.

“Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2026 secara tahunan sebesar 5,61 persen. Lebih tinggi dari periode sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar,” tulis analis.

Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh peningkatan daya beli masyarakat selama momentum Idulfitri serta penyaluran tunjangan hari raya. Kondisi ini mencerminkan ekspansi ekonomi yang relatif stabil dan kuat.

Meski demikian, secara kuartalan pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen. Analis menilai kondisi ini merupakan pola musiman setelah berakhirnya aktivitas ekonomi pada kuartal IV tahun sebelumnya.

Dengan capaian tersebut, IHSG dinilai tetap memiliki fundamental yang kuat di tengah tekanan global. Stabilitas ekonomi domestik menjadi faktor utama yang menjaga kepercayaan investor di pasar saham Indonesia.

Pada perdagangan hari ini, saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi antara lain ENZO, ABDA, KONI, BOBA, dan CTTH. Sementara saham yang mengalami penurunan terbesar di antaranya YPAS, FWCT, INDS, NETV, dan INCO.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....