Guru Besar UI Dorong Pengembangan Baterai Litium-Ion Berbasis Material Terbaruka
- 05 Mei 2026 06:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan Bambang Priyono sebagai Guru Besar Tetap Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik UI (FTUI). Ia dilantik sebagai guru besar dalam bidang Material Energi Baru dan Terbarukan.
Upacara pengukuhan berlangsung di Balai Sidang UI, Depok, pada Rabu, 29 April 2026. Dalam pidato pengukuhannya Bambang menyoroti urgensi pengembangan teknologi penyimpanan energi sebagai solusi krisis energi, polusi, dan tantangan keberlanjutan.
Ia menekankan, pemanfaatan energi terbarukan seperti matahari dan angin membutuhkan sistem penyimpanan yang efisien. Di mana baterai litium-ion berperan penting sebagai teknologi battery energy storage (BES).
“Kemandirian energi bangsa hanya dapat dicapai bila kita mampu mengembangkan teknologi baterai dengan bahan baku terbarukan yang berlimpah di Indonesia. Sehingga aplikasinya berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa, 5 Mei 2026.
Sebagai bagian dari risetnya, Bambang menekankan pengembangan baterai sekunder litiumion. Khususnya pada material anoda, katoda, dan upaya peningkatan performa dengan memanfaatkan bahan baku terbarukan berupa biomassa.
Ia juga menggarap teknologi flashJoule untuk menghasilkan grafena multi-layer dari biomassa secara cepat dan ramah lingkungan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas elektroda baterai sekaligus membuka aplikasi lebih luas.
“Kita memiliki potensi luar biasa dalam mencapai kemandirian energi bangsa. Sehingga dalam pengembangan riset flash-graphene ini, kerja sama antar peneliti dan industri yang memiliki kepakaran dalam pemanfaatan material maju ini akan semakin meningkat,” kata peneliti kelahiran Jakarta tersebut.
Selain itu, Bambang mulai mengembangkan penelitian baterai sodium-ion yang memiliki prospek besar karena bahan bakunya sangat berlimpah. Langkah ini memperluas cakupan risetnya dari litium-ion menuju alternatif lain, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam transisi energi bersih.
Bambang juga menekankan Indonesia memiliki potensi luar biasa sebagai negara kepulauan tropis dengan garis pantai terpanjang di dunia. Ia mengatakan, potensi energi terbarukan dari sinar matahari dan angin sangat besar.
Meski demikian, ia menilai sifatnya yang intermiten menuntut adanya teknologi penyimpanan energi yang handal. Baterai litium-ion dengan efisiensi coulombic Coulombic Efficiency/CE) rata-rata 95% dan masa pakai lebih dari 8 tahun menjadi solusi yang semakin ekonomis.
“Dengan riset yang tepat, kita dapat memanfaatkan biomassa lokal sebagai material baterai. Sehingga tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor bahan tambang, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi sumber daya alam Indonesia,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....