Presiden Prabowo Minta Kepala PPATK Awasi Ketat Aliran Dana
- 04 Mei 2026 06:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana
- 2. Presiden Prabowo evaluasi transaksi keuangan negara
- 3. Presiden Prabowo minta pengawasan terhadap aliran dana diperketat
- 4. Presiden Prabowo minta uang rakyat dikelola secara transparan dan tepat sasaran
RRI.CO.ID, Bogor - Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat. Pertemuan berlangsung dari siang hingga malam hari.
"Pada hari Minggu siang hingga malam. Bapak Presiden Prabowo Subianto menerima beberapa tokoh untuk berdiskusi, antara lain Kepala PPATK Ivan Yustiavandana," kata Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulis, Minggu, 3 Mei 2026.
Seskab Teddy mengatakan pertemuan ini difokuskan pada evaluasi transaksi keuangan, dan penguatan pengawasan terhadap aliran dana. Evaluasi dan penguatan dinilai penting dalam mendukung upaya pemerintah menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.
“Pertemuan tersebut merupakan agenda rutin bulanan bersama PPATK terkait evaluasi transaksi keuangan. Serta pengawasan ketat terhadap aliran dana guna mendukung transparansi pemerintah,” kata Seskab Teddy.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan negara yang akuntabel. Selanjutnya mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
“Dalam diskusi ini, ditekankan pula pentingnya pengelolaan keuangan yang akuntabel. Berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Seskab Teddy menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menegaskan setiap anggaran yang bersumber dari uang rakyat harus disalurkan secara tepat sasaran dan dikelola dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, pelaksanaan program juga harus dilakukan tepat waktu agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen tegas Bapak Presiden dalam mewujudkan tata kelola negara yang bersih dan bebas dari korupsi. Program harus tepat waktu agar dapat dirasakan masyarakat,” kata Seskab Teddy menegaskan.
Melalui koordinasi dengan PPATK, pemerintah ingin memastikan seluruh aliran dana baik di tingkat pusat maupun di daerah dapat dipantau secara ketat. Sehingga setiap kebijakan fiskal benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat luas.
Turut bersama Presiden Prabowo adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Berdasarkan dokumentasi kegiatan, terlihat Presiden Prabowo berdiskusi dengan Ivan dan Menteri Prasetyo di meja bulat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....