BMMB Siap Ambil Peran dalam Pembangunan Kabupaten Bima
- 04 Mei 2026 07:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peran BMMB diarahkan untuk mendorong percepatan pembangunan Kabupaten Bima melalui kolaborasi lintas wilayah
- Program prioritas meliputi pengadaan sekretariat, Rakernas, dan penguatan basis organisasi
- Pelantikan BMMB dirangkaikan halal bihalal dan dihadiri sekitar 5.000 peserta dari berbagai daerah
RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Umum DPP Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB) Firdaus Djuwaid menegaskan, organisasi ini bukan sekadar organisasi sosial. Menurutnya, ke depan, organisasi ini harus diperkuat sebagai mitra strategis pemerintah daerah untuk pembangunan Kabupaten Bima.
Peran ini diarahkan untuk mendorong percepatan pembangunan Kabupaten Bima melalui kolaborasi lintas wilayah. Organisasi ini kata diakan mengambil peran aktif dalam mendukung kebijakan pembangunan daerah.
“BMMB ke depan tidak hanya sebagai organisasi sosial. Tetapi harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk pembangunan Kabupaten Bima,” ujarnya dalam acara pelantikan dan Halal Bihalal Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB), di Jakarta, Minggu, 3 Mei 2026.
Menurutnya, penguatan peran ini dilakukan dengan membangun sinergi antara masyarakat Bima di Jakarta dan daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan yang selama ini dinilai belum optimal.
Ia menilai, potensi masyarakat Bima yang tersebar di berbagai daerah perlu dikelola secara terarah. Pemanfaatan potensi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh.
“BMMB akan mengambil bagian sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah. Kami ingin memperkuat sinergi antara Jakarta dan Bima,” katanya.
Program awal kepengurusan akan difokuskan pada penguatan fondasi organisasi secara menyeluruh. Langkah tersebut dimulai dengan pengadaan sekretariat sebagai pusat koordinasi kegiatan organisasi.
Selain itu, rapat kerja nasional menjadi agenda penting untuk menentukan arah kebijakan organisasi. Hasil Rakernas akan menjadi dasar dalam menyusun program kerja organisasi ke depan.
“Pengadaan sekretariat dan Rakernas menjadi prioritas awal. Hasil Rakernas akan menjadi dasar kerja organisasi ke depan,” ujarnya.
Firdaus juga menekankan pentingnya pembaruan data anggota sebagai dasar perencanaan program organisasi. Data tersebut akan memetakan jumlah masyarakat Bima yang tersebar di wilayah Jabodetabek.
Saat ini jumlah masyarakat Bima di Jabodetabek diperkirakan mencapai puluhan ribu orang. Namun, data tersebut masih perlu diverifikasi agar menjadi basis yang akurat dan valid.
“Kami akan melakukan aktualisasi data masyarakat Bima di Jabodetabek. Perkiraan saat ini sekitar lima puluh ribu orang,” katanya.
Sementara itu, Ketua penyelenggara Kaharuddin Sulaiman menegaskan kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi besar masyarakat Bima. Agenda tersebut dirangkaikan dengan halal bihalal yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat.
“Ini adalah agenda besar halal bihalal masyarakat Bima se-Jabodetabek yang dirangkaikan pelantikan DPP BMMB. Kegiatan ini mempertemukan seluruh elemen masyarakat Bima,” katanya.
Ia menyebut, jumlah peserta yang hadir mencapai ribuan orang dari berbagai daerah. Antusiasme tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam memperkuat organisasi ke depan.
“Peserta yang hadir saya yakini sekitar lima ribuan lebih. Mereka berasal dari Kota Bima, Kabupaten Bima, hingga wilayah Dompu,” ujarnya.
Melalui momentum ini, BMMB diharapkan mampu memperkuat persatuan sekaligus mengoptimalkan potensi diaspora. Organisasi ini juga ditargetkan menjadi wadah kolaborasi dalam mendukung program pembangunan pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....