BNPB Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 02 Mei 2026 07:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BNPB Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- BNPB Peringatkan Potensi Hujan Lebat
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan adanya peningkatan potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini dipicu dinamika atmosfer yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
BNPB menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh keberadaan sirkulasi siklonik di barat Sumatra, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara. Fenomena ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Serta intensitas curah hujan di wilayah sekitarnya.
Selain itu, pola angin dari Australia dan Pasifik turut memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. Pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) juga memperkuat pembentukan awan hujan di berbagai daerah.
Sejumlah wilayah diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Wilayah tersebut antara lain Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, dan Papua Tengah.
Sementara itu, wilayah lain berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Kondisi cerah berawan masih dapat terjadi, namun disertai hujan lokal pada siang hingga malam hari.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini terkait potensi bencana hidrometeorologi.
“BNPB mengingatkan masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor agar meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat juga diminta memantau kondisi lingkungan serta segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda bahaya,” ujar Abdul dalam siaran pers.
Ia juga menekankan pentingnya mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat. Informasi tersebut dapat menjadi acuan dalam mengambil langkah antisipasi.
BNPB menegaskan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko bencana. Upaya tersebut antara lain dengan menyusun rencana evakuasi keluarga dan menyiapkan perlengkapan darurat.
BNPB juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Sebelumnya, BNPB mencatat bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia. Jenis bencana tersebut meliputi banjir, cuaca ekstrem, dan angin kencang.
Data tersebut dihimpun dalam periode pemantauan 30 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 1 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Pemantauan dilakukan secara berkala oleh BNPB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....