Respons Presiden Prabowo Atas Tuntutan Buruh untuk Rumah

  • 01 Mei 2026 14:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Presiden Prabowo Subianto menargetkan 1 juta rumah rampung 2026
  • 2. Pemerintah sudah merampungkan 350 ribu unit rumah
  • 3. Buruh sebut pengeluaran terbesar adalah bayar kontrakan

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto merespon tuntutan buruh yaitu kebutuhan rumah. Presiden Prabowo mengatakan pemerintah memiliki program 1 juta rumah yang ditargetkan rampung tahun 2026.

"Tadi disampaikan buruh sangat memerlukan rumah, rumah yang terjangkau, kita sudah membangun cukup banyak tahun ini, sudah sampai 350 ribu rumah. Tapi sasaran kita adalah minimal 1 juta rumah, kita akan mulai tahun ini juga 1 juta rumah," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jumat, 1 Mei 2026.

Bahkan Presiden Prabowo akan membuat konsep rumah dengan cluster-cluster yang dekat dengan industri sehingga lebih dekat ke tempat kerja. Konsep tersebut sesuai dengan saran dari para buruh.

Presiden Prabowo juga akan membuat kota-kota baru, dan tiap-tiap kota terdapat 100 ribu rumah susun. Nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti olahraga, daycare dan rumah sakit.

"Paling penting harus ada transportasi, entah kereta api ringan, bus supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik. Nanti buruh yang diberi kartu bisa naik transportasi dengan harga yang sangat ringan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah mendukung program pengadaan buruh. Selama ini, salah satu pengeluaran terbesar buruh adalah membayar kontrakan.

"Kami mendukung program pengadaan rumah yang program pengadaan rumah yang sedang dilakukan pemerintah.Ini adalah cara kita meningkatkan kesejahteraan buruh karena 30 persen habis buat bayar kontrakan," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....