Danantara Jadi Motor Hilirisasi, DPR Minta Proyek Tepat Sasaran

  • 30 Apr 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi XII DPR menegaskan 13 proyek hilirisasi fase II merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi.
  • Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menegaskan tersebut menunjukkan kebijakan hilirisasi kini masuk tahap implementasi nyata
  • peneliti LPEM FEB UI Mohamad Dian Revindo menilai keterlibatan Danantara penting karena proyek hilirisasi membutuhkan pembiayaan besar dengan investasi jangka panjang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi XII DPR menegaskan 13 proyek hilirisasi fase II merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi. Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menegaskan tersebut menunjukkan kebijakan hilirisasi kini masuk tahap implementasi nyata

Groundbreaking ini membuktikan kebijakan hilirisasi tak berhenti pada wacana, melainkan masuk tahap implementasi terukur. Langkah ini menandai keseriusan pemerintah mempercepat transformasi ekonomi nasional berbasis nilai tambah,” kata Bambang Patijaya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.

Bambang menilai hilirisasi menjadi strategi utama mengoptimalkan sumber daya alam nasional sekaligus menekan ekspor bahan mentah. Ia meyakini industri hilir dapat mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan penerimaan negara signifikan.

“Hilirisasi menjadi instrumen strategis untuk mengoptimalkan sumber daya alam nasional dan mengurangi ekspor mentah. Pembangunan rantai nilai industri akan mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan penerimaan negara,” ucap Bambang.

Senada, peneliti LPEM FEB UI Mohamad Dian Revindo menilai keterlibatan Danantara penting karena proyek hilirisasi membutuhkan pembiayaan besar dengan investasi jangka panjang. Menurutnya, kehadiran negara sebagai investor utama menjadi kunci keberlanjutan proyek strategis hilirisasi nasional.

“Danantara berperan penting karena proyek hilirisasi membutuhkan pembiayaan besar dengan horizon investasi jangka panjang. Kehadiran negara sebagai investor utama menjadi kunci agar proyek strategis ini berjalan berkelanjutan,” kata Mohamad Dian Revindo.

Dian menilai sektor pertanian berpotensi menciptakan lapangan kerja terbesar, sementara hilirisasi nikel mendorong industri manufaktur. Namun, pemerintah harus menjawab tantangan keberlanjutan, mulai isu deforestasi hingga standar lingkungan global ketat.

“Transformasi ekonomi ini memerlukan pendekatan komprehensif. Termasuk penguatan UMKM, inovasi teknologi, dan peningkatan produktivitas tenaga kerja,” ucap Dian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....