Menhan: Pendidikan Komcad ASN Bukan untuk Membentuk Militeristik
- 30 Apr 2026 11:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pendidikan Komcad ini bukan untuk membentuk ASN menjadi militeristik, melainkan untuk menanamkan karakter kebangsaan yang kuat
- Menhan menegaskan ASN yang mengikuti pelatihan Komcad diharapkan mampu menjadi kekuatan penguat bagi komponen utama, yakni Tentara Nasional Indonesia
- Program ini akan dijalankan secara bertahap di berbagai kementerian dan lembaga
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan untuk menjadikan ASN sebagai militer. Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komcad ASN di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
“Pendidikan Komcad ini bukan untuk membentuk ASN menjadi militeristik, melainkan untuk menanamkan karakter kebangsaan yang kuat, disiplin, kekompakan, serta semangat pengabdian. Nilai-nilai tersebut,” kata Menhan, Rabu, 30 April 2026.
Dalam kunjungannya, Menhan menyaksikan demonstrasi yang ditampilkan para peserta Komcad, meliputi peragaan baris-berbaris serta simulasi penanganan huru hara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembekalan dasar guna membentuk kesiapan dan kedisiplinan peserta.
Menhan menegaskan ASN yang mengikuti pelatihan Komcad diharapkan mampu menjadi kekuatan penguat bagi komponen utama, yakni Tentara Nasional Indonesia. Ia juga menekankan bahwa kementerian dan lembaga merupakan pilar strategis dalam memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena itu, ASN perlu memiliki mentalitas bela negara yang dilandasi nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Hal ini penting untuk memastikan peran ASN tidak hanya administratif, tetapi juga strategis dalam konteks pertahanan negara.
Sementara itu, Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Gabriel Lema menyatakan latar belakang pembentukan Komcad ASN merupakan bagian dari agenda nasional bela negara. Program ini bertujuan memperkuat karakter kebangsaan serta mendukung sistem pertahanan keamanan rakyat semesta.
“Program ini sudah menjadi suatu agenda nasional. Dilaksanakan di lingkup Aparatur Sipil Negara, baik kementerian maupun lembaga,” kata Gabriel.
Ia menegaskan, Komcad bukan merupakan wajib militer, melainkan amanat undang-undang untuk memperkuat sistem pertahanan nasional. Program ini akan dijalankan secara bertahap di berbagai kementerian dan lembaga.
Sebanyak 280 peserta dari 16 kementerian dan lembaga mengikuti pendidikan Komcad di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta. Peserta berasal dari berbagai instansi, antara lain Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan, hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....