Puluhan RSUD Siap Diresmikan Presiden Prabowo pada Mei Mendatang

  • 30 Apr 2026 05:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menyiapkan 21 RSUD naik kelas menjadi tipe C yang siap diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Mei 2026.
  • Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyebut RSUD tersebut telah dilengkapi tujuh dokter spesialis dasar untuk memperluas layanan kesehatan daerah.
  • Program peningkatan RSUD hingga 66 unit ditargetkan menyerap puluhan ribu tenaga kerja serta meningkatkan akses layanan di wilayah DTPK.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyatakan sebanyak 21 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) siap diresmikan pada Mei 2026. Peresmian tersebut rencananya akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyebut peningkatan kualitas RSUD difokuskan untuk menaikkan kelas rumah sakit. Peningkatan dilakukan dari rumah sakit tipe D dan tipe D pratama menjadi tipe C.

"21 rumah sakit telah siap untuk diresmikan Bapak Presiden, direncanakan pada bulan Mei 2026. RSUD ini sekaligus telah dilengkapi alhamdulillah 7 dokter spesialis dasar," ujar Qodari dalam konferensi pers di kantor Bakom RI Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Layanan tersebut meliputi dokter anak, bedah, anestesi, penyakit dalam, obgyn, radiologi, dan patologi klinik. Selain tenaga medis, fasilitas rumah sakit juga ditingkatkan, khususnya pada ruang operasi, rawat jalan, rawat inap, radiologi, hingga farmasi.

Qodari menjelaskan program ini diprioritaskan untuk wilayah daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Langkah ini diharapkan memudahkan masyarakat mengakses layanan spesialis tanpa harus dirujuk ke kota besar.

"Ini artinya, masyarakat di daerah-daerah tersebut tidak perlu lagi bepergian jauh hanya untuk mendapatkan layanan spesialistik," ucapnya. Ia menilai kebijakan ini akan meningkatkan pemerataan layanan kesehatan nasional.

Program peningkatan ini merupakan bagian dari target 66 RSUD hingga 2027. Rinciannya meliputi 22 RSUD pada 2025, 20 RSUD pada 2026, dan 24 RSUD pada 2027.

Selain meningkatkan layanan kesehatan, program ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. "Artinya, ketika 66 RSUD ini selesai dan beroperasi, program ini berpotensi menyerah 20 hingga 33 ribu lapangan kerja langsung bagi masyarakat," kata Qodaril

Ia menyebut biaya transportasi pasien dari wilayah DTPK selama ini cukup tinggi. Dengan adanya RSUD berkualitas di daerah, beban biaya tersebut diharapkan berkurang signifikan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pembangunan rumah sakit tersebut menunjukkan progres cepat. Meski baru dimulai tahun 2025, Menkes Budi menjelaskan, bangunan fisik di RSUD tersebut kini nyaris rampung.

“Tahun lalu kita groundbreaking 22 rumah sakit. Kumburaya ini kalau tidak Maret atau April mulai, sekarang Januari belum sampai satu tahun sudah jadi seperti ini,” kata Budi Gunadi Sadikin kepada wartawan usai meninjau Proses Pembangunan RSUD Tuan Besar Syarif Idrus, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat, 6 Februari 2026.

Menurut dia, rumah sakit baru itu diproyeksikan segera beroperasi dan diusulkan untuk diresmikan Presiden apabila seluruh fasilitas telah siap. Budi menegaskan RSUD tipe C mendekatkan layanan spesialistik agar pasien tak perlu dirujuk jauh ke kota.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....