Mensos: Setiap Desa Harus Punya Operator Pemutahiran Data
- 30 Apr 2026 00:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos Saifullah Yusuf minta setiap desa punya operator data
- DTSEN jadi rujukan utama bansos dan program pemberdayaan
- Peran operator desa penting dalam pemutakhiran data
- Data dikelola BPS untuk cegah manipulasi
- Pemda diminta aktif jangkau calon siswa Sekolah Rakyat
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menegaskan setiap desa harus memiliki operator data untuk memperkuat pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini menjadi rujukan penyaluran bantuan sosial dan program pemberdayaan.
Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu 29 April 2026.
“Data kita terima dari bawah dan harus diketahui kepala desa hingga kepala daerah,” ucapnya.
Ia mengatakan peran operator data bersama perangkat desa dan petugas lapangan menjadi kunci penyempurnaan DTSEN. Dengan data yang akurat, intervensi pemerintah dapat tepat sasaran.
Menurutnya, pemutakhiran data harus dilakukan secara berkala karena bersifat dinamis. Data yang telah diperbarui selanjutnya akan dikelola Badan Pusat Statistik.
“Jadi tidak ada lagi otak-atik data,” katanya.
Selain itu, ia meminta pemerintah daerah aktif menjangkau calon siswa Sekolah Rakyat. Penjangkauan dimulai dari masyarakat desil 1 dan 2 dalam DTSEN.
Proses selanjutnya dilakukan verifikasi lapangan oleh pendamping Program Keluarga Harapan, Badan Pusat Statistik, dan pemerintah daerah. Setelah itu dilakukan dialog dengan orang tua sebelum penetapan calon siswa.
Ia menjelaskan Sekolah Rakyat menerapkan sistem multi entry dan multi exit. Calon siswa akan melalui asesmen untuk menentukan jenjang sesuai kemampuan.
“Ada yang langsung masuk kelas 6 SD, 3 SMP, atau 3 SMA sesuai hasil asesmen,” ucapnya.
Pada tahun ini, terdapat 453 lulusan pertama Sekolah Rakyat. Rinciannya terdiri dari 329 siswa sekolah dasar, 113 siswa sekolah menengah pertama, dan 11 siswa sekolah menengah atas.
Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sampang dan Deli Serdang masih berlangsung. Fasilitas tersebut ditargetkan rampung dan beroperasi pada Juni 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....