Menteri PPPA Minta Maaf soal Usulan Gerbong Perempuan KRL
- 30 Apr 2026 00:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan agar gerbong perempuan diposisikan di tengah
- 2. Pernyataan Menteri Arifah mematik reaksi publik
- 3. Menteri Arifah meminta maaf atas pernyataannya
- 4. Dirut PT KAI menolak usulan tersebut
RRI.CO.ID, Jakarta- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menuai kritik di masyarakat. Sebelumnya, Arifah mengusulkan agar letak gerbong perempuan pada KRL dipindahkan ke area bagian tengah, tidak lagi di depan dan belakang.
Pernyataan tersebut disampaikan pasca tragedi Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menghantam KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 27 April 2026. Kereta jarak jauh tersebut merangsek gerbong perempuan pada rangkaian belakang kereta.
"Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat khususnya para korban dan keluarga yang merasa tersakiti atau tidak nyaman dengan pernyataan tersebut," kata Arifah dalam keterangan video yang diunggah di Instagram Kementerian PPPA, Kamis, 29 April 2026.
Arifah mengatakan pernyataannya tidak bermaksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Arifah menyadari seharusnya dalam situasi duka atas insiden kecelakaan kereta maka fokus utama adalah keselamatan dan penanganan korban serta keluarga korban yang tedampak.
Diakui, keselamatan adalah prioritas baik perempuan maupun laki-laki. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan untuk penanganan korban baik meninggal dunia maupun luka-luka.
"Kita semua sepakat bahwa semua keselamatan dari masyarakat adalah prioritas nomor satu baik perempuan dan laki-laki. Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan korban baik meninggal dunia maupun luka-luka," katanya.
Kementerian PPPA kata Arifah memastikan hak korban dan anak yang ditinggalkan orang tua dalam tragedi kecelakaan Argo Bromo Anggrek dan KRL tidak diabaikan. Kementeriannya berkomitmen memberikan pendampingan psikologis, perlindungan dan dukungan yang diperlukan terutama bagi anak dan kelurga yang trauma atats kecelakaan kereta tersebut.
"Mari kita bersama-sama memusatkan perhatian pada penanganan korban, berdoa dan upaya perbaikan sistem keselamatan transprotasi publik agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. Keselamatan penumpang prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan transportasi kedepan," ujarnya menegaskan.
Seperti diketahui Menteri Arifah mendorong evaluasi aturan di KAI mengenai tata letak gerbong perempuan. Arifah berharap dengan keberadaan gerbong perempuan di tengah akan memberikan perlindungan ekstra bagi perempuan.
"Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah. Jadi laki-laki di ujung," kata Arifah di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa, 28 April 2026.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan keselamatan penumpang tidak membedakan gender. Ia menegaskan keselamatan sebagai prioritas utama baik penumpang laki-laki dan perempuan.
"Kami tidak membedaka gender laki-laki dan perempuan. Bagi kami PT Kereta Api Indonesia keselamatan adalah nomor satu," kata Bobby, Rabu, 29 April 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....