Menhub dan KAI Mengunjungi Rumah Duka Korban Tabrakan Kereta di Bekasi

  • 29 Apr 2026 22:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Perhubungan bersama Direktur Utama PT KAI mengunjungi para ahli waris korban kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi.
  • PT Kereta Api Indonesia menyerahkan dana santunan senilai Rp35.000.000 kepada 16 orang ahli waris dari korban yang meninggal dunia.
  • Pelayanan transportasi publik pada rute Bekasi menuju Cikarang sudah mulai dioperasikan kembali dengan normal sejak pukul 14.00 siang.

RRI.CO.ID, Bekasi - Menteri Perhubungan (Menhub) mengunjungi kediaman para korban musibah KRL di Stasiun Bekasi, Rabu, 29 April 2026. Menhub Dudy Purwagandhi menemui keluarga korban tabrakan untuk menyalurkan santunan uang duka.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin mendampingi rombongan menteri saat menyantuni para ahli waris korban meninggal. Dana santunan kematian yang diberikan manajemen tercatat senilai Rp35.000.000 untuk tiap korban meninggal dunia di lintasan rel.

Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Allan Tandiono ikut menghadiri acara belasungkawa demi memastikan penanganan pascamusibah berjalan semestinya. Jajaran petinggi KAI turut mengantarkan santunan sebesar 35 juta rupiah sebagai wujud empati bagi keluarga yang ditinggalkan musibah.

“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga korban atas kejadian ini. Kami hadir untuk menyampaikan langsung rasa belasungkawa serta memastikan keluarga mendapatkan pendampingan,” ujar Bobby.

Kunjungan awal dilaksanakan pada kediaman Nurlaela di Cikarang Timur guna menyampaikan duka cita kepada pihak perwakilan keluarga. Rombongan menteri kemudian menuju Tambun guna bertamu ke kediaman rumah duka milik para ahli waris korban lainnya.

“Proses investigasi masih berlangsung bersama pihak terkait. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi agar keselamatan perjalanan kereta api semakin terjaga,” ujar Bobby.

Ahli waris korban kecelakaan bernama Hary Marwata menyampaikan duka yang sangat mendalam atas kejadian tragis yang menimpa keluarga. Pihak keluarga mendukung seluruh proses hukum perkeretaapian agar faktor keselamatan bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama pihak perusahaan.

“Setiap hari anak saya menggunakan KRL dari Tambun ke Palmerah untuk bekerja. Kami berharap proses investigasi berjalan lancar dan penyebab kejadian ini dapat segera diketahui,” ucapnya.

Manajemen KAI melaporkan 45 penumpang lainnya telah diperbolehkan kembali pulang setelah menjalani proses pemeriksaan tenaga kesehatan. Layanan Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Bekasi-Cikarang juga kembali berjalan normal mulai pukul 14.00 WIB.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan proses pembersihan lintasan telah selesai dilaksanakan dengan prosedur keselamatan. Pihak petugas lapangan memastikan sarana prasarana operasional sudah berada pada kondisi aman guna mendukung kembali mobilitas harian masyarakat.

“Seluruh tahapan telah melalui pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan keamanan perjalanan kereta api,” ujar Anne Purba.

KAI mengucapkan apresiasi atas dukungan masyarakat selama masa pemulihan operasional setelah musibah kecelakaan kereta maut tersebut selesai ditangani. Pihak manajemen berjanji untuk tetap mendampingi keluarga selama masa berduka sambil menyelesaikan seluruh administrasi bantuan dana duka tersebut.

“Perusahaan juga menyampaikan terima kasih atas kesabaran dan pengertian keluarga korban serta para pelanggan selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung,” ujar Anne.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....