Kementrans Dukung Pembangunan hingga Operasional SPPG di Papua

  • 29 Apr 2026 19:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • SPPG
  • MBG
  • Papua
  • Kementerian Transmigrasi
  • Presiden

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mendukung percepatan pembangunan hingga operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kawasan transmigrasi di wilayah Papua. Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memastikan kawasan transmigrasi akan mendukung ekosistem hingga penyediaan bahan pangan untuk SPPG.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Pleno Hasil Reviu Laporan TEP 2025 pada 154 kawasan transmigrasi. Menteri Iftitah menyebut, banyak kawasan transmigrasi di Papua memiliki potensi penghasilan pertanian dan produk pangan untuk mendukung SPPG.

"Terkait dengan SPPG, kami dari Tim Ekspedisi Patriot berkomitmen untuk ikut membantu sesuai arahan Bapak Presiden. Bagaimana kami Tim Ekspedisi Patriot akan mendukung ekosistemnya, penyediaan bahan pangannya dan sebagainya," kata Menteri Iftitah di Hotel Sheraton Grand Jakarta, pada Rabu 29 April 2026.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai menjelaskan, 2.572 SPPG akan dibangun di Papua. Menurutnya, hal tersebut merupakan agenda besar prioritas dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pemenuhan gizi anak seluruh Indonesia.

Velix mengungkapkan, SPPG akan ditempatkan pada kawasan daerah terpencil maupun kawasan perkotaan di wilayah Papua. Menurutnya, hal ini merupakan komitmen dalam menghasilkan sebuah ekosistem rantai pasok di daerah, khususnya di kawasan transmigrasi.

"Kami Komite akan bersama-sama mempersiapkan kelembagaan SPPGnya dari sisi mitra strategis dalam pendirian dapurnya. Kemudian dari Kementerian Transmigrasi dan juga dari perguruan tinggi akan melakukan pendampingan terhadap ekosistem rantai pasok komoditasnya," ucap Velix.

Velix berharap, kawasan transmigrasi dapat menyediakan kebutuhan SPPG, seperti hasil ternak, sayuran, hingga perikanan. Hal ini akan menjadi ekosistem yang saling menguntungkan untuk pemasaran hasil pangan kawasan transmigrasi dan suplai SPPG.

"Ini mendekatkan pasar di tingkat lokal, jadi ini mungkin salah satu langkah saja SPPG di kawasan transmigrasi. Nanti akan pendampingan dari kampus untuk mendekatkan di tingkat lokal, tapi juga pasti ada komoditas unggulan lain," ujarnya.

Velix menambahkan, sejumlah komoditas lainnya yang dapat dihasilkan dari kawasan transmigrasi diantaranya, pala hingga coklat. Dimana hal tersebut dapat menjadi variasi dalam pengolahan kebutuhan pangan oleh masing-masing SPPG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....