Kolaborasi Diperkuat Pastikan Layanan Kesehatan Perempuan Setara
- 29 Apr 2026 19:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penguatan layanan kesehatan perempuan menjadi perhatian utama pemerintah dalam pembangunan nasional
- Langkah ini dinilai krusial bagi kualitas sumber daya manusia
- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor
RRI.CO.ID, Jakarta - Penguatan layanan kesehatan perempuan menjadi perhatian utama pemerintah dalam pembangunan nasional. Langkah ini dinilai krusial bagi kualitas sumber daya manusia.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Tujuannya memastikan layanan kesehatan perempuan lebih setara.
“Perempuan yang sehat melahirkan generasi berkualitas,” kata Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Rabu, 29 April 2026. Ia menegaskan kesehatan perempuan adalah fondasi pembangunan.
Forum Nasional Kesehatan Perempuan 2026 menjadi ruang konsolidasi. Berbagai pemangku kepentingan dilibatkan dalam forum tersebut.
Forum ini mengusung tema No Women Left Behind. Menjadi simbol komitmen pemerataan layanan kesehatan.
Isyana menilai forum tersebut menyatukan langkah bersama. Mulai dari pemerintah hingga dunia usaha.
Pendekatan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya aspek fisik, tetapi juga mental.
Program keluarga berencana terus diperkuat pemerintah. Edukasi kesiapan berkeluarga juga ditingkatkan.
Pemerintah juga menginisiasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Program ini mendukung kesehatan perempuan dan anak.
Selain itu, diluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia. Upaya ini memperkuat pengasuhan dalam keluarga.
Isyana menekankan kebijakan harus responsif dan adil. Karena kondisi perempuan sangat beragam.
Perempuan di daerah terpencil masih menghadapi keterbatasan akses. Begitu juga pekerja informal dan penyandang disabilitas.
“Tantangan ini tidak bisa diselesaikan satu sektor saja,” ujarnya. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama.
Dalam kesempatan sama, Asnawi Abdullah menyampaikan hasil penjaringan aspirasi. Terdapat perhatian tinggi pada kesehatan jiwa.
Isu kekerasan terhadap perempuan juga menjadi sorotan utama. Termasuk kesehatan reproduksi dan maternal.
Pencegahan serta deteksi dini penyakit turut diperhatikan. Begitu juga keadilan akses layanan kesehatan.
Perlindungan kelompok rentan menjadi prioritas penting. Termasuk perempuan dengan keterbatasan akses.
Pemerintah berharap upaya ini berdampak luas. Tidak hanya pada individu, tetapi juga keluarga.
Kesehatan perempuan menjadi kunci pembangunan berkelanjutan. Sekaligus memperkuat kualitas generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....