PLN–Kemendes PDT Teken MoU, Perkuat Pemanfaatan Listrik Dongkrak Kemandirian Desa

  • 29 Apr 2026 17:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PLN–Kemendes PDT menandatangani nota kesepahaman tentang Pemanfaatan dan Pengelolaan Tenaga Listrik dalam Rangka Peningkatan Perekonomian dan Produktivitas di Desa dan Daerah Tertinggal
  • Kolaborasi PLN-Kemendes PDT mencangkup mencakup integrasi data dan pemetaan kebutuhan energi desa, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT) berbasis potensi lokal guna menciptakan sistem energi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta – PLN memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi desa mandiri melalui kolaborasi strategis dengan Kemendes PDT. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kolaborasi guna mempercepat akses listrik di wilayah terbatas.

Penandatanganan MoU dilaksanakan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa, 28 April 2026. MoU membahas pemanfaatan dan pengelolaan tenaga listrik dalam rangka peningkatan perekonomian dan produktivitas di desa dan daerah tertinggal.

MoU mencangkup, di antaranya kolaborasi terkait integrasi data dan pemetaan kebutuhan energi desa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Serta, pengembangan energi baru terbarukan (EBT) berbasis potensi lokal guna menciptakan sistem energi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menyampaikan, kemandirian desa yang berkelanjutan memerlukan langkah strategis. Ini, tambahnya, bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh sumber daya melalui penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan.

"Desa hari ini bukan hanya objek pembangunan tapi subjek pembangunan. Maka saat yang tepat kita harus melakukan dan memastikan semua energi kita untuk kita arahkan ke desa, biar desa itu berdaya, mandiri dan bisa maju. Karena kalau desa maju insyaAllah Indonesia akan maju," jelas Yandri.

Ia menambahkan, upaya kolektif ini menjadi langkah penting sekaligus wujud pelaksanaan mandat Asta Cita ke-6. Asta Cita itu berbunyi, mengoptimalkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa guna mendorong pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.

“Bapak Presiden mengarahkan kita ini punya desa binaan. Nah jadi nanti dari kampus, dari swasta, dari BUMN, siapapun kita, sejatinya punya desa binaan. Karena kalau kita membangun desa, otomatis membangun Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, turut hadir Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad pada acara penandatanganan. Raffi mengatakan, kolaborasi lintas sektor ini akan mendorong kemajuan desa sebagai fondasi pembangunan Indonesia.

“Ini adalah wujud sinergi yang sangat baik sekali. Luar biasa tentunya berkolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat, untuk kemaslahatan banyak pihak,” jelas Raffi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan akses listrik yang merata dan andal. Ini menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi baru.

“Ini ada semangat bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu bukan hanya tulisan di atas kertas, tapi harus diwujudkan dalam bentuk yang nyata, yaitu desa bukan lagi halaman belakang, tetapi ujung tombak titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Oleh karena itu, bagaimana akses terhadap energinya tidak boleh tertinggal lagi,” tutur Darmawan.

Ia menambahkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk membangun ekosistem yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Sinergi ini juga membuka peluang usaha, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Tentu saja tidak ada satupun yang bisa melakukan pengentasan kemiskinan ini dalam suasana kesendirian. Sesuai arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, ini bisa kita laksanakan kalau kita membangun kolaborasi. Untuk itu kita siap laksanakan dan insyaAllah bisa terwujud,” pungkas Darmawan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....