Ribuan Lulusan Bahasa Arab Diproyeksikan Isi Kebutuhan Guru di Indonesia

  • 29 Apr 2026 15:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kelahiran hampir 3.000 lulusan ahli bahasa Arab dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dinilai menjadi dorongan signifikan.
  • Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menilai fenomena ini sebagai investasi sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.
  • Menag menyebut, para lulusan LIPIA ini akan menjadi guru bahasa Arab di sekolah-sekolah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kelahiran hampir 3.000 lulusan ahli bahasa Arab dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dinilai menjadi dorongan signifikan. Khususnya, bagi penguatan basis keilmuan Islam di Indonesia, terutama dalam memahami sumber ajaran yang berbahasa Arab.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menilai fenomena ini sebagai investasi sosial yang berdampak luas bagi masyarakat. “Bayangkan ahli bahasa Arab akan lahir pada malam ini hampir 3 ribu orang. Ini sangat model sosial buat kita semuanya,” ujar Menag saat menghadiri wisuda LIPIA Angkatan 50 – 53, Selasa, 28 April 2026, malam di Jakarta.

Menurut Nasaruddin, penguasaan bahasa Arab masih menjadi tantangan dalam pendalaman ajaran Islam. Kehadiran ribuan lulusan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan tersebut, terutama melalui dunia pendidikan.

Menag menyebut, para lulusan LIPIA ini akan menjadi guru bahasa Arab di sekolah-sekolah. “Mereka semuanya akan menjadi guru bahasa Arab di sekolah-sekolah dan mengajari masyarakat kita,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa bahasa Arab memiliki posisi kunci dalam studi keislaman. “Bahasa Arab itu sangat penting untuk memahami Islam," katanya.

"Karena Al-Qur’an berbahasa Arab, hadis berbahasa Arab. Bagaimana mungkin kita bisa mendalami agama Islam kalau tidak memahami bahasa Arab.”

Menag melihat peningkatan jumlah tenaga pengajar bahasa Arab sebagai peluang untuk memperkuat literasi keagamaan yang lebih mendalam dan kontekstual di tengah masyarakat. Di sisi lain, Nasaruddin juga menyoroti peran dukungan internasional dalam pengembangan kapasitas pendidikan tersebut.

Menag RI menyebut pembiayaan dari pemerintah Arab Saudi sebagai faktor yang turut mendorong lahirnya lulusan dalam jumlah besar. “Semuanya itu adalah dibiayai oleh pemerintah Arab Saudi,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi semacam ini dapat menjadi contoh model pengembangan pendidikan. Yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM di bidang keagamaan.

Bertambahnya ribuan ahli bahasa Arab, penguatan pemahaman keislaman berbasis sumber asli diharapkan semakin meluas. Dan mendorong lahirnya generasi pengajar yang mampu menjawab tantangan keilmuan di era modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....