BAZNAS dan Dompet Dhuafa Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat Nasional

  • 29 Apr 2026 00:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima kunjungan audiensi dari jajaran pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Pertemuan ini bertujuan memperkuat ekosistem zakat nasional melalui transformasi pengelolaan yang lebih profesional dan terukur.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyambut baik kedatangan pengurus Dompet Dhuafa sebagai mitra strategis pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Ia menyebut kolaborasi antara Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan BAZNAS RI memang harus kuat untuk kemaslahatan umat.

“Kita harus terus melanjutkan kolaborasi ini. Mulai dari diskusi strategi hingga program agar memberikan dampak yang lebih nyata bagi bangsa Indonesia,” kata Sodik keterangannya yang diterima, Rabu, 29 April 2026.

Sodik kemudian menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi besar dalam pengelolaan zakat nasional. Yaitu melalui penyelarasan konsep asnaf ke dalam dimensi pembangunan modern.

BAZNAS disebutnya juga akan fokus pada standardisasi ukuran keberhasilan program yang mengacu pada data statistik nasional seperti yang diterapkan BPS. Kolaborasi ini direncanakan akan tertuang dalam peta jalan dan strategi lima tahun ke depan.

"PR kita adalah mentransformasi bagaimana konsep delapan asnaf itu, menjadi konsep-konsep kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Contohnya Ibnu Sabil/Fi Sabilillah, tidak cukup hanya dakwah dan advokasi, mungkin lebih tepat masuk dalam pembangunan umat," ucapnya.

Dia juga menyinggung soal pentingnya standardisasi penyaluran zakat agar setiap program memiliki dampak yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga mendorong agar pengelolaan zakat tidak lagi hanya bersifat bantuan karitatif, melainkan harus diturunkan ke dalam indikator-indikator keberhasilan yang konkret.

“Di atas semua itu, pengelolaan zakat itu harus dilandasi oleh qolbu (hati) kita yang sama-sama qolbun salim. Qolbun salim, yang berjuang memajukan umat melalui zakat ini,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini. Ia menyebut pertemuan ini dilakukan untuk memperkuat sinergi tata kelola zakat nasional pasca ditetapkan pimpinan BAZNAS periode 2026-2031.

Pertemuan ini disebutnya juga untuk mendorong adanya standardisasi metode pengukuran dampak zakat yang seragam. Hal ini agar kontribusi lembaga filantropi terhadap pembangunan ekonomi nasional dapat terukur secara akurat dan transparan.

Audiensi ini juga membahas teknis kolaborasi di lapangan guna menghindari tumpang tindih program antarlembaga zakat. Ahmad Juwaini kemudian menekankan pentingnya pembagian wilayah kerja yang lebih operasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....