Korlantas Polri Ungkap Kecepatan KA Argo Bromo Anggrek saat Menabrak KRL

  • 28 Apr 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KA Argo Bromo melaju 110 km/jam saat menabrak KRL
  • KRL dalam kondisi berhenti saat proses evakuasi awal
  • Polisi gunakan TAA untuk analisis penyebab kecelakaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Korlantas Polri mengungkap KA Argo Bromo Anggrek melaju sekitar 110 kilometer per jam saat menabrak KRL di Bekasi Timur. Kecepatan tinggi tersebut dinilai menjadi faktor krusial dalam tabrakan yang menyebabkan korban jiwa.

Peristiwa terjadi saat KRL dalam kondisi berhenti di Stasiun Bekasi Timur untuk proses evakuasi awal. Dalam situasi itu, KA Argo Bromo datang dari arah belakang tanpa perlambatan signifikan.

“Kereta Argo Bromo melintas dengan kecepatan sekitar 110 kilometer per jam saat kejadian. Informasi yang tidak menyeluruh membuat kereta tidak melakukan perlambatan,” ujar Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe, Selasa, 28 April 2026.

Menurut dia, lemahnya koordinasi dan informasi menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Hal ini membuat pengendalian situasi di lintasan tidak berjalan optimal saat insiden berlangsung.

“Akibatnya terjadi tabrakan di Stasiun Bekasi Timur yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kejadian ini masih kami dalami untuk memastikan penyebab pastinya,” katanya.

Saat ini, Korlantas Polri masih melakukan pendalaman menggunakan teknologi traffic accident analysis. Teknologi tersebut digunakan untuk merekonstruksi kejadian secara menyeluruh dari awal hingga dampak tabrakan.

Proses analisis mencakup fase sebelum tabrakan hingga kondisi setelah benturan terjadi. Hasilnya diharapkan mampu mengungkap titik kegagalan dalam sistem koordinasi dan prosedur pengamanan.

Selain itu, evaluasi juga dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di lintasan padat. Wilayah Bekasi dinilai memiliki tingkat pergerakan kereta yang tinggi sehingga perlu pengamanan ekstra.

“Analisis ini penting untuk mengetahui titik kegagalan dalam sistem pengamanan. Kami berharap hasilnya dapat menjadi dasar evaluasi ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan insiden ini bermula dari gangguan sebuah taksi di perlintasan sebidang kawasan Bekasi Timur. Kendaraan tersebut mengalami masalah hingga mengganggu perjalanan kereta di lintasan.

Sopir taksi yang terlibat dalam kejadian tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian. Saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung di Polres Metro Bekasi Kota.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....