Operasional Kereta Daop 3 Cirebon Terganggu, Usai Kecelakaan KA Bekasi Timur
- 28 Apr 2026 21:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Operasional kereta api di Daop 3 Cirebon terganggu akibat tabrakan kereta di Bekasi Timur.
- Total 27 perjalanan terdampak, terdiri dari 10 pembatalan sebelumnya dan 17 pada hari ini.
- Penumpang dapat melakukan refund tiket 100 persen hingga tujuh hari ke depan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Operasional perjalanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon masih terganggu. Gangguan terjadi akibat insiden tabrakan kereta di Bekasi Timur pada malam sebelumnya.
Peristiwa tersebut berdampak pada keterlambatan dan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api. Hingga sore hari, kondisi operasional belum sepenuhnya pulih.
Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan bahwa dampak masih terasa signifikan. Keterlambatan terjadi sejak pagi hingga sore hari di berbagai perjalanan.
Sebanyak 27 perjalanan kereta tercatat terdampak akibat kejadian tersebut. Rinciannya, 10 perjalanan dibatalkan sebelumnya dan 17 perjalanan dibatalkan pada hari ini.
"Kami memperkirakan untuk pemulihan operasional secara normal membutuhkan waktu sekitar 1–2 hari. Tergantung proses evakuasi dan perbaikan jalur yang masih berlangsung," kata Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Selasa, 28 April 2026
Pembatalan terjadi karena keterbatasan sarana kereta yang belum kembali ke posisi awal. Hal ini menyebabkan rangkaian kereta tidak tersedia untuk operasional hari ini.
Selain pembatalan, keterlambatan perjalanan juga masih cukup tinggi di sejumlah jalur. Penumpang mengalami waktu tunggu yang jauh lebih lama dari jadwal normal.
"Untuk keterlambatan sendiri memang masih cukup tinggi ya, karena di sana juga masih terdapat antrian. Karena di satu jalurnya masih sedang dilakukan evakuasi terhadap sarana KRL," kata dia.
Muhibbuddin menjelaskan bahwa jalur rel baru dapat dilalui sebagian sejak hari sebelumnya. Saat ini, proses evakuasi gerbong masih berlangsung di lokasi kejadian.
Perbaikan jalur rel baru akan dilakukan setelah evakuasi seluruh rangkaian selesai. Hal ini menjadi faktor utama lambatnya normalisasi perjalanan kereta api.
"Keterlambatan cukup tinggi ya, ada yang sampai 300 atau 400 menit, di wilayah Dokter Kejapun. Dikarenakan antrian yang terus harus bergiliran, begitu ya," ujarnya.
Untuk membantu penanganan, Daop 3 Cirebon mengirimkan satu kereta penolong ke lokasi kejadian. Kereta tersebut diberangkatkan dari Stasiun Cirebon pada malam hari.
Kereta penolong dilengkapi sembilan kru serta asisten masinis untuk mendukung proses evakuasi. Tim tersebut membantu evakuasi kereta jarak jauh dan KRL yang terdampak.
Penumpang yang terdampak pembatalan dapat mengajukan pengembalian tiket secara penuh. Proses refund dapat dilakukan hingga tujuh hari ke depan.
Selain refund, penumpang juga dapat memilih pengalihan ke kereta lain dengan tujuan sama. Pengalihan dilakukan berdasarkan ketersediaan kursi pada perjalanan alternatif.
Ia menyebut pemulihan penuh operasional membutuhkan waktu hingga satu sampai dua hari. Percepatan normalisasi bergantung pada penyelesaian evakuasi dan perbaikan jalur. (Sarah Maulida Ali)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....