Angga Raka Sertijab Bakom RI, dengan Qodari
- 28 Apr 2026 16:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Angga Raka serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, ke M Qodari
- Kepala Bakom RI periode 2024-2025, Angga Raka Prabowo menilai Bakom RI memiliki peran strategis dalam komunikasi publikasi program pemerintah
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), telah resmi berganti tampuk kepemimpinan, dari sebelumnya dipimpin Angga Raka Prabowo, menjadi M Qodari. Hal dini dilakukan melalui proses serah terima jabatan (sertijab), yang berlangsung di Aula Kantor Bakom RI, Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Dalam sambutannya, Angga Raka menyampaikan utama terima kasihnya atas kolaborasi seluruh pegawai dalam mengawal jalannya komunikasi pemerintahan. Sebagai Kepala Bakom periode 2024-2025, menurutnya banyak capaian yang ditorehkan dalam komunikasi, secara khususnya terkait program prioritas pemerintah.
"Saya bangga sama teman-teman, seluruh kerja teman-teman selama ini bukan tiada hasil. Kita rasakan bagaimana hari ini seluruh kementerian lembaga menyampaikan apresiasi kepada teman-teman semua," kata Angga Raka dalam acara sertijab jabatan Kepala Bakom, di Auditorium Bakom RI, Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Lebih lanjut diungkapkannya, meski kepemimpinan berganti, namun tujuan utamanya ditegaskan Angga Raka, tetap sama. Diharapkannya seluruh pegawai di lingkungan Bakom RI, meningkatkan kinerja dalam menyukseskan program pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan rasa bangga saya, hormat saya buat semua rekan-rekan. Tetap semangat, kita sukseskan pemerintahan Presiden Prabowo yang sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat Indonesia," ujarnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Bakom RI, M Qodari mengharapkan kerja proaktif jajaran pegawai yang dipimpinnya. Sebab menurutnya, banyak pekerjaan rumah yang harus di tuntaskan terkait publikasi komunikasi program Kepala Negara.
"Ke depan saya berharap Bakom dapat proaktif, dalam komunikasi program pemerintah. Hal ini karena program Presiden banyak dan baru, paradigma baru harus dijelaskan secara intensif," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....