Pendapatan Warga Lombok dan Bandung Naik, Komoditas Lokal Tembus Pasar Global

  • 28 Apr 2026 19:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program Desa Sejahtera Astra yang telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia terus mengalami kemajuan
  • penguatan ekonomi desa melalui pengembangan komoditas unggulan lokal berbasis potensi wilayah

RRI.CO.ID, Jakarta – Program Desa Sejahtera Astra yang telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia terus mengalami kemajuan. Kemajuan tersebut berupa penguatan ekonomi desa melalui pengembangan komoditas unggulan lokal berbasis potensi wilayah.

Salah satu implementasi program tersebut dilakukan di Kabupaten Bandung Barat melalui kolaborasi bertajuk One Village One CEO (OVOC). Program tersebut mengembangkan ekosistem bisnis desa dari hulu hingga hilir berbasis produk lokal.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan desa memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. “Astra memandang desa bukan hanya sebagai objek pemberdayaan, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru," kata Boy dalam keterangannya, Selasa 28 April 2026.

Menurutnya, melalui program inu masyarakay memiliki komoditas unggulan yang bisa bersaing global. "Melalui pengembangan komoditas unggulan yang terintegrasi, masyarakat diharapkan memiliki daya saing dan akses pasar berkelanjutan,” ujarnya.

Sejak 2020, program di Bandung Barat mencakup perencanaan produksi, peningkatan kualitas hasil pertanian, hingga perluasan akses pasar. Lahan seluas 20 hektare dikelola 650 masyarakat di enam desa, dengan kapasitas produksi mencapai 15 ton per siklus panen.

Komoditas hortikultura yang dikembangkan antara lain selada air, tomat, cabai, paprika, hingga kol merah. Hasilnya, pendapatan petani meningkat signifikan dari sekitar Rp1,2 juta menjadi Rp2,5 juta per bulan.

Selain di Bandung Barat, potensi desa di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, khususnya pada komoditas porang. Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Kementerian Sosial, Universitas Mataram, serta mitra industri PT Sanindo Pangan Rinjani.

Pendampingan dilakukan sejak 2019 melibatkan 432 masyarakat di 16 desa. Mulai dari pelatihan budidaya, pengolahan pascapanen, hingga sertifikasi produk.

Komoditas unggulan yang dikembangkan meliputi porang, sorgum, kemiri, mete, kelor, dan cabai. Dampaknya, pendapatan masyarakat meningkat dari Rp1 juta menjadi sekitar Rp3 juta per bulan.

Secara nasional, hingga 2025 program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.533 desa di 180 kabupaten. Program ini mencatat rata-rata peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 56,85 persen dan menciptakan lebih dari 3.700 lapangan kerja.

Tak hanya itu, sebanyak 492 desa binaan juga berhasil menembus pasar ekspor ke 26 negara dengan total nilai mencapai sekitar Rp411 miliar. Program ini menjadi bagian dari komitmen Astra dalam mendorong pembangunan berkelanjutan serta mendukung pencapaian target SDGs di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....