BAZNAS-Bappenas Optimalkan Data Sosial Ekonomi Nasional untuk Pemerataan ZIS

  • 28 Apr 2026 00:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BAZNAS-Bappenas Optimalkan Data Sosial Ekonomi Nasional untuk Pemerataan ZIS
  • Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjalin kerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjalin kerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas. Kerja sama dilakukan dalam pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Hal itu mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kementerian PPN/Bappenas. Audiensi dini dihadiri Ketua BAZNAS RI H. Sodik Mudjahid dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

"Ada berbagai sumber zakat yang sangat potensial. Seperti lembaga pemerintah, BUMN dan BUMD, TNI-Polri, sektor usaha seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga sektor jasa, perdagangan, dan keuangan," kata Sodik dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa, 28 April 2026.

"Selain itu, potensi juga berasal dari zakat perusahaan, dana sosial keagamaan. Serta zakat profesi dari kalangan tenaga kesehatan, akuntan, pengacara, hingga pekerja kreatif," ujar Sodik.

Lebih lanjut, Sodik juga menyoroti besarnya potensi zakat dari diaspora Indonesia di luar negeri. Ia menilai, penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kantor perwakilan di luar negeri merupakan langkah strategis memperluas penghimpunan ZIS.

“UPZ di KBRI dapat dibentuk tanpa dana besar dan bahkan dapat mendukung kegiatan pembinaan masyarakat Indonesia di luar negeri. Karena itu, kami memohon dukungan Bappenas untuk bersama-sama memaksimalkan potensi tersebut,” ujar Sodik.

“Data ini mencakup kelompok masyarakat yang termasuk mustahik dan muzaki. Dengan izin akses data, hal ini merupakan aset yang luar biasa bagi fungsi BAZNAS dalam mobilisasi pendayagunaan BAZNAS,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan dukungannya terhadap BAZNAS, khususnya dalam pemanfaatan DTSEN. Hal ini menurutnya penting untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan dan pemerataan distribusi ZIS.

"Bappenas berupaya agar data yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa melanggar regulasi. Pemanfaatan DTSEN pada dasarnya boleh, integrasi data sangat mungkin dilakukan, sepanjang sesuai dengan tujuan dan dasar hukumnya jelas," ujar Rachmat.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi kinerja BAZNAS yang dinilai sudah menunjukkan capaian positif. Namun demikian, ia menilai masih terdapat ruang untuk peningkatan, terutama dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional.

“Indikasinya jelas, potensi zakat mencapai sekitar Rp327 triliun. Tetapi realisasinya baru sekitar 10 persen,” ujarnya.

Rachmat menambahkan, peningkatan tersebut perlu dilakukan secara bertahap. Ia menilai tidak realistis jika capaian langsung melonjak signifikan dalam waktu singkat, namun target jangka menengah tetap memungkinkan untuk dicapai.

“Dengan arahan Presiden, target lima tahun menuju sekitar Rp162 triliun sangat memungkinkan, mengingat potensi yang besar. Kami (Bappenas) mendukung BAZNAS untuk mencapai potensi ZIS demi kesejahteraan umat dan keberkahan bangsa," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....