Mensos Kaji Pemberian Bansos Keluarga Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
- 28 Apr 2026 15:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Saifullah Yusuf menyatakan pemerintah mengkaji pemberian bansos bagi keluarga korban tabrakan kereta di Bekasi Timur.
- Kemensos melakukan asesmen untuk menentukan bentuk bantuan, dengan prioritas keluarga kehilangan pencari nafkah.
- Santunan kecelakaan menjadi tanggung jawab Jasa Raharja.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah sedang mengkaji pemberian bantuan sosial (bansos). Ia menyebut keluarga korban tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur akan menerima dukungan ekonomi khusus tersebut.
Saifullah menjelaskan bahwa proses asesmen terhadap keluarga korban kecelakaan transportasi tersebut sedang dilakukan secara mendalam. Menurutnya, hasil penilaian lapangan akan menjadi dasar utama dalam menentukan bentuk tindak lanjut program pemerintah.
"Kita juga akan assesment keluarga yang menjadi korban. Dan hasil assessment akan kita tindak lanjutin dengan dukungan-dukungan program," kata Saifullah di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Ia menegaskan bahwa perhatian khusus diberikan kepada keluarga yang kehilangan sosok tulang punggung pencari nafkah. Lanjutnya, Kementerian Sosial (Kemensos) memprioritaskan keluarga korban yang kini berada dalam kondisi tekanan ekonomi sangat berat.
Saifullah mengatakan bahwa opsi bantuan yang sedang dipertimbangkan mencakup program pemberdayaan. "Mungkin dukungan pemberdayaan dan dukungan-dukungan yang lain yang diperlukan oleh keluarga korban," ujar Saifullah.
Saifullah memaparkan bahwa pemberian santunan dana kecelakaan merupakan tanggung jawab penuh dari pihak Jasa Raharja. Ia mengatakan asuransi transportasi angkutan umum secara otomatis dikelola oleh lembaga penjamin tersebut.
"Kalau itu Jasa Raharja, karena itu kecelakaan kereta api atau angkutan umum transportasi. Secara umum itu asuransinya lewat Jasa Raharja," ucap Saifullah.
Ia menambahkan bahwa instruksi Presiden Prabowo Subianto mewajibkan seluruh jajaran pemerintah mendukung penuh para korban. Lanjutnya, kementerian sangat berduka atas tragedi maut yang melibatkan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL itu.
"Saya kira pemerintah sebagaimana arahan presiden akan diberikan dukungan penuh bagi korban. Untuk itu kita tunggu, proses terus berjalan dan kita ikut prihatin, kita berduka," ujar Saifullah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....