Wamentan Minta HKTI Kawal Program ke Petani

  • 27 Apr 2026 22:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamentan Sudaryono minta HKTI kawal program hingga ke petani
  • HKTI dinilai berperan strategis sebagai penghubung kebijakan di lapangan
  • Cadangan Beras Pemerintah tembus lebih dari 5 juta ton
  • Produksi beras 2025 naik 13,29 persen atau 4,07 juta ton
  • Nilai Tukar Petani capai 125,35 tertinggi dalam 34 tahun

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono meminta HKTI mengawal program hingga ke petani. Hal ini disampaikan dalam peringatan HUT ke-53 HKTI di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin 27 April 2026.

Ia menilai HKTI memiliki peran strategis sebagai penghubung di lapangan. Organisasi ini diharapkan memastikan kebijakan benar-benar dirasakan petani.

“Ini bukti kerja bersama antara pemerintah dan petani. HKTI ikut mengawal sehingga hasilnya nyata,” ucapnya.

Sejumlah capaian sektor pertanian menunjukkan tren positif. Cadangan Beras Pemerintah telah menembus lebih dari 5 juta ton.

Produksi beras nasional tahun 2025 juga meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen. Sementara Nilai Tukar Petani mencapai 125,35, tertinggi dalam 34 tahun.

Pertumbuhan sektor pertanian tercatat 5,74 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Ia menegaskan HKTI harus aktif mengawal program pemerintah. Peran ini penting agar kebijakan tidak berhenti di tingkat pusat.

“HKTI harus jadi mata, telinga, dan corong pemerintah. Program harus dirasakan langsung oleh petani,” katanya.

Menurutnya, kekuatan HKTI semakin besar setelah organisasi kembali solid. Kondisi ini dinilai memperkuat pergerakan sektor pertanian.

“Hari ini HKTI sudah bersatu. Ini kekuatan besar untuk bergerak dari pusat sampai daerah,” ucapnya.

Pemerintah juga terus membenahi sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Langkah ini mencakup irigasi, pupuk, dan stabilitas harga.

“Kita pastikan pupuk tersedia dan distribusi dipermudah. Harga juga tetap berpihak pada petani,” katanya.

Selain itu, pemerintah mendorong peningkatan produksi dalam negeri. Upaya ini untuk menekan ketergantungan impor pangan.

“Kita optimistis produksi meningkat dan impor makin ditekan. Tidak ada petani yang kita tinggalkan,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....