Mensos Sampaikan 6 Pesan untuk Tagana selalu yang Terdepan di Fase Bencana
- 27 Apr 2026 21:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos Saifullah Yusuf sampaikan enam pesan kepada Tagana di HUT ke-22
- Tagana diminta selalu siap siaga dan hadir paling cepat saat bencana
- Peningkatan profesionalisme dalam evakuasi, logistik, dan dukungan psikososial
- Kolaborasi lintas sektor ditekankan dalam penanganan bencana
- Pemanfaatan DTSEN untuk respons bencana yang cepat dan tepat
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menyampaikan enam pesan kepada kader Tagana seluruh Indonesia. Pesan ini disampaikan dalam peringatan HUT Tagana ke-22, Senin 27 April 2026.
Kegiatan dilakukan secara daring dan diikuti perwakilan dari 38 provinsi. Peringatan HUT ke-22 mengusung tema penguatan sinergi dan ketangguhan bencana.
Ia mengapresiasi dedikasi Tagana dalam penanggulangan bencana. Peran Tagana dinilai sebagai garda terdepan saat kondisi darurat.
“Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-22. Terima kasih atas dedikasi tanpa lelah bagi kader Tagana,” ucapnya.
Pesan pertama menekankan kesiapsiagaan tanpa kompromi. Tagana diminta selalu menjadi yang terdepan dalam setiap fase bencana.
“Saudara harus hadir paling cepat saat bencana. Tidak boleh ada keterlambatan dalam penanganan,” katanya.
Pesan kedua terkait peningkatan profesionalisme. Kader diminta terus meningkatkan kapasitas dalam evakuasi, logistik, dan dukungan psikososial.
“Saudara hadir paling cepat, bekerja paling keras. Dan pulang paling akhir,” ucapnya.
Pesan ketiga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Tagana diminta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.
“Tidak ada bencana yang bisa ditangani sendiri. Bencana harus dilawan dengan gotong royong,” katanya.
Pesan keempat terkait penguatan data dan sistem. Ia meminta kader memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
“Respon bencana tidak cukup cepat saja. Harus cepat dan tepat,” ucapnya.
Pesan kelima menekankan integritas tanpa kompromi. Kader diminta menjaga amanah dalam penyaluran bantuan.
“Tidak boleh ada penyimpangan bantuan. Integritas adalah modal utama pelayanan,” katanya.
Pesan terakhir menyoroti pentingnya empati dalam pelayanan. Tagana diharapkan tidak hanya memberi bantuan tetapi juga menguatkan korban.
“Kehadiran Tagana harus membawa empati. Tidak hanya menolong tetapi juga menguatkan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....