Kepala BPSDM Komdigi Soroti Risiko Digital dan Perlindungan Anak

  • 27 Apr 2026 19:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital menyoroti meningkatnya risiko di ruang digital. Perkembangan teknologi membuat ancaman seperti disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian semakin mudah menyebar.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komdigi, Boni Pudjianto dalam program Kelas Kartini. Program ini menghadirkan talkshow dan pelatihan dalam rangka memperingati Hari Kartini.

“Perempuan tidak boleh hanya menjadi pengguna tetapi harus menjadi kreator, inovator, dan pemimpin di ruang digital. Perempuan juga harus mampu menjaga ruang digital tetap sehat dan bertanggung jawab,” ujar Ketua BPSDM Komdigi saat memberikan sambutan di keynote speech dalam program Kelas Kartini bersama Canva di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Selain itu, ia menjelaskan, pelanggaran hak cipta juga kerap muncul seiring meningkatnya aktivitas di ruang digital. Kondisi ini diperparah dengan paparan konten tidak layak yang mudah diakses anak-anak.

Pemerintah, kata dia, kemudian menghadirkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital. Regulasi yang dikenal sebagai PP Tunas ini menjadi dasar penguatan perlindungan anak.

“Peraturan ini menjadi langkah penting untuk memastikan ruang digital aman bagi anak dan keluarga. Implementasinya diperkuat melalui Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026,” ujarnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai latar belakang komunitas dan profesi. Mulai dari akademisi, mahasiswa, jurnalis, hingga pelaku UMKM dan literasi digital.

Peserta juga berasal dari komunitas emak blogger, Mafindo, relawan TIK, dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia. Selain itu hadir Generation Girl serta organisasi mahasiswa dan kepemudaan.

Melalui kegiatan ini, perempuan didorong lebih aktif menciptakan konten kreatif dan edukatif. Peran tersebut dinilai penting untuk melindungi anak dan keluarga dari dampak negatif digital.

“Momentum Hari Kartini harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran perempuan di ruang digital. Perempuan memiliki posisi penting dalam menjaga ekosistem digital tetap sehat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....