Resmi Dilantik Sebagai Kepala Badan Karantina, Simak Profil Abdul Kadir Karding
- 27 Apr 2026 17:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia usai reshuffle kabinet.
- Karding sebelumnya menjabat Menteri P2MI sebelum digantikan Mukhtarudin pada September 2025.
- Rekam jejak politik dan pengalaman pemerintahan Karding dinilai menjadi modal memperkuat pengawasan karantina nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia. Penunjukan Karding menandai kembalinya ia ke jajaran pemerintahan setelah sempat di-reshuffle.
Sebelumnya, Karding menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Ia kemudian digantikan oleh Mukhtarudin pada September 2025.
Abdul Kadir Karding lahir di Sulawesi Tengah pada 25 Maret 1974. Ia dikenal sebagai politikus yang aktif sejak usia muda.
Sejak masa kuliah, Karding telah aktif berorganisasi dan bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa. Karier politiknya berkembang pesat di lingkungan partai tersebut.
Pada usia 26 tahun, ia terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Tengah. Di lembaga tersebut, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi E.
Kariernya terus meningkat dengan menduduki berbagai posisi strategis di PKB. Ia pernah menjadi Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah serta Ketua DPW PKB Jawa Tengah.
Pada Pemilu 2009, Karding terpilih sebagai anggota DPR RI. Ia kemudian menjabat sebagai Ketua Komisi VIII yang membidangi urusan agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan.
Selanjutnya, pada 2012, ia berpindah ke Komisi VI DPR RI. Komisi ini menangani sektor perdagangan, investasi, koperasi, dan BUMN.
Di tingkat partai, Karding juga pernah menjabat Sekretaris Jenderal DPP PKB periode 2014–2019. Posisi tersebut memperkuat perannya dalam pengambilan kebijakan politik nasional.
Pada Oktober 2024, Karding dipercaya masuk Kabinet Merah Putih sebagai Menteri P2MI. Kini, ia kembali dipercaya Presiden untuk memimpin Badan Karantina Indonesia.
Penunjukan ini diharapkan memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas dan keamanan hayati nasional. Pengalaman politik dan pemerintahan Karding dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan tugas tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....